64 Tahun Tak Bisa Nikmati Listrik 24 Jam, Akhirnya Kabel Laut Sepanjang 1,16 Kms di Batam Terpasang, Tegangannya 20 Kv

inNalar.com – Pulau Buluh merupakan salah satu wilayah yang terletak di Batam, Kepulauan Riau.

Pulau Buluh dahulunya masih memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau PLTD untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakatnya.

Tidak hanya itu, kawasan ini dahulunya hanya mendapatkan pasokan listrik selama 14 jam saja sehingga listrik di daerah tersebut tidak tersedia selama 24 jam penuh.

Baca Juga: Bulutangkis China Perkasa sepanjang 2023, Zhang Jun Sesumbar Bakal Borong 5 Emas di Olimpiade Paris 2024?

Tentu menjadi sebuah persoalan tersendiri dimana masyarakat telah lama menanti-nantikan aliran listrik secara penuh setiap harinya.

Tercatat bahwa masyarakat di pulau ini belum merasakan listrik selama 24 jam penuh sejak 64 tahun lalu.

Angka tersebut tentu saja tidak sebentar terlebih listrik adalah kebutuhan utama dalam setiap rumah tangga.

Baca Juga: Top! Masjid Joko Widodo Berdiri dengan Megah di Abu Dhabi Uni Emirat Arab, Mampu Tampung Sebanyak 2.500 Jamaah

Saat ini sendiri PT PLN telah berkolaborasi dengan Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) dalam membangun Saluran Kabel Laut Tegangan Menegah atau SKLTM sebesar 20 kiloVolt (kV).

Saluran kabel ini berhasil tersambung sehingga prorgam “Kepri Terang” berhasil disukseskan sejak November 2023.

Program tersebut menyambungkan kabel laut dari Sagulung Pulau Batam menuju Pulau Buluh. Untuk daya listriknya sendiri bersumber dari PLN Batam.

Baca Juga: Alami Penurunan Laba 50 Persen, Indo Tambangraya Megah Alokasikan Capex 88 Juta USD Guna Dongkrak Produksi Batu Bara

Adanya penyambungan kabel tersebut diharapkan dapat menjadi berkah dan manfaat tersendiri bagi masyarakat setempat.

Tentu saja ke depannya masyarakat bisa memanfaatkan aliran listrik ini selama 24 jam.

Begitu juga bagi beberapa pulau lain yang ada di Kepri untuk bisa diterangi oleh listrik dari PLN ke depanya.

Baca Juga: Habiskan Rp787 M, SPAM di Banjarbaru Kalimantan Selatan Ini Miliki Kapasitas 500 Liter per Detik hingga Mampu Suplai Air Minum ke 5 Daerah

Terlebih hal ini juga termasuk bagian dari upaya dalam mencerdaskan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warganya.

Kabel laut yang tersambung ke Pulau Buluh ini sendiri memiliki panjang hingga 1,16 kilometer sirkuits (kms).

Melansir dari Antara, pemasangan SKLTM ini dipastikan dalam keadaan rapi dan aman dari jangkauan kapal.

Baca Juga: Akses Transportasi Umum Sulit, RSUP Modern di NTT Ini Siapkan 2 Unit Bus Khusus untuk Jemput Pasien yang Ingin Berobat

Tidak hanya itu, pada kabelnya juga telah dipasang pemberat khusus untuk memastikan bahwa kabel ini tetap berada di dasar lautan.

Ke depannya, masyarakat di pulau ini tentu sudah tidak bergantung lagi dengan energi fosil. SKLTM yang terpasang tentu jauh lebih ramah lingkungan dan andal.

SKLTM yang terpasang juga menjadi angin segar agar masyarakat khususnya nelayan dapat memakai cool storage untuk menyimpan ikan.

Baca Juga: Drawing India Open 2024: Jalan Terjal Indonesia, Ganda Putra Bikin Pusing

Selain itu, tambak udang juga bisa beroperasi secara maksimal. Sektor pariwisata juga diharapkan dapat meningkat pertumbuhannya.

Termasuk usaha kecil mikro menengah juga dapat bermunculan sehingga ekonomi masyarakat meningkat.***

Rekomendasi