

inNalar.com – Pulau Buluh merupakan salah satu wilayah yang terletak di Batam, Kepulauan Riau.
Pulau Buluh dahulunya masih memanfaatkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel atau PLTD untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakatnya.
Tidak hanya itu, kawasan ini dahulunya hanya mendapatkan pasokan listrik selama 14 jam saja sehingga listrik di daerah tersebut tidak tersedia selama 24 jam penuh.
Tentu menjadi sebuah persoalan tersendiri dimana masyarakat telah lama menanti-nantikan aliran listrik secara penuh setiap harinya.
Tercatat bahwa masyarakat di pulau ini belum merasakan listrik selama 24 jam penuh sejak 64 tahun lalu.
Angka tersebut tentu saja tidak sebentar terlebih listrik adalah kebutuhan utama dalam setiap rumah tangga.
Saat ini sendiri PT PLN telah berkolaborasi dengan Pemprov Kepulauan Riau (Kepri) dalam membangun Saluran Kabel Laut Tegangan Menegah atau SKLTM sebesar 20 kiloVolt (kV).
Saluran kabel ini berhasil tersambung sehingga prorgam “Kepri Terang” berhasil disukseskan sejak November 2023.
Program tersebut menyambungkan kabel laut dari Sagulung Pulau Batam menuju Pulau Buluh. Untuk daya listriknya sendiri bersumber dari PLN Batam.
Adanya penyambungan kabel tersebut diharapkan dapat menjadi berkah dan manfaat tersendiri bagi masyarakat setempat.
Tentu saja ke depannya masyarakat bisa memanfaatkan aliran listrik ini selama 24 jam.
Begitu juga bagi beberapa pulau lain yang ada di Kepri untuk bisa diterangi oleh listrik dari PLN ke depanya.
Terlebih hal ini juga termasuk bagian dari upaya dalam mencerdaskan masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi warganya.
Kabel laut yang tersambung ke Pulau Buluh ini sendiri memiliki panjang hingga 1,16 kilometer sirkuits (kms).
Melansir dari Antara, pemasangan SKLTM ini dipastikan dalam keadaan rapi dan aman dari jangkauan kapal.
Tidak hanya itu, pada kabelnya juga telah dipasang pemberat khusus untuk memastikan bahwa kabel ini tetap berada di dasar lautan.
Ke depannya, masyarakat di pulau ini tentu sudah tidak bergantung lagi dengan energi fosil. SKLTM yang terpasang tentu jauh lebih ramah lingkungan dan andal.
SKLTM yang terpasang juga menjadi angin segar agar masyarakat khususnya nelayan dapat memakai cool storage untuk menyimpan ikan.
Baca Juga: Drawing India Open 2024: Jalan Terjal Indonesia, Ganda Putra Bikin Pusing
Selain itu, tambak udang juga bisa beroperasi secara maksimal. Sektor pariwisata juga diharapkan dapat meningkat pertumbuhannya.
Termasuk usaha kecil mikro menengah juga dapat bermunculan sehingga ekonomi masyarakat meningkat.***