

inNalar.com – Hingga kini telah mencapai 63 anggota polisi diperiksa terkait kasus pembunuhan Brigadir J.
Sebelumnya telah diperiksa sekitar 30 anggota polisi yang diduga terkait dengan pembunuhan Brigadir J.
Hingga kini makin bertambah karena diduga pelanggaran kode etik saat melakukan pengusutan kasus kematian Brigadir J.
Dalam keterangannya Inspektorat Khusus (Itsus) Polri menjelaskan terkait pemeriksaan 63 anggota polisi.
“Enam puluh tiga yang sudah diperiksa,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.
Selain itu dalam pemeriksan kini terdapat 35 anggota polisi yang diduga melakukan pelanggaran kode etik.
Baca Juga: Kumpulan Puisi Terbaik Tema Kemerdekaan untuk Merayakan HUT RI ke-77, Pada 17 Agustus 2022
“Ya betul (ada 35), info terakhir dari Itsus,” tambahnya saat dikonfirmasi.
Sebelumnya telah ada empat polisi yang ditahan di tempat khusus (patsus) karena dugaan pembunuhan kasus Brigadir J.
Hingga saat ini ada 16 anggota polisi yang ditempatkan secara khusus, yang telah diperiksa dan diduga melakukan pelanggaran kode etik.
Baca Juga: Rizky Febian Blak-blakan Beberkan Penyebab Mahalini Bawel: Lebih ke Peduli dan Perhatian
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo menjelaskan bahwa keempat anggota tersebut adalah perwira menengah (pamen).
Yaitu anggota Polda Metro Jaya yang berpangkat AKBP dan kompol, yang saat ini menjalani patsus di Provost Mabes Polri.
“Betul (bertambah). Hasil pemeriksaan dan gelar kemarin malam,” jelas Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo.
Baca Juga: Mahalini Manggung Pakai Rok Seksi, Rizky Febian Langsung Ngegas, Warganet: Gemes Banget
Selain itu Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo juga menjelaskan tentang empat anggota yang ditahan.
“Ditetapkan 4 pamen PMJ (3 AKBP dan 1 Kompol) menjalankan Patsus di Biro Provost Mabes Polri,” jelasnya.
Hingga kini kasus kematian Brigadir J terus berjalan, yaitu dengan ditetapkannya 4 tersangka, dengan tersangka utama Ferdy Sambo.
Dalam pembunuhan berencana yang dilakukan oleh Ferdy Sambo kepada Brigadir J saat ini masih diusut.
Keluarga korban berharap atas kejadian ini, agar polisi selalu mengusut semua kasus secara transparan dan jelas.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi