

inNalar.com – Bandara merupakan tempat area yang di pergunakan untuk lepas landas pada pesawat.
Indonesia memiliki banyak sekali bandara-bandara yang terletak di beberapa kota.
Tetapi, bandara di Indonesia juga ada yang sudah berdiri pada zaman penjajahan Belanda dulu.
Baca Juga: Update Survei LSI: Ganjar Pranowo Raih Rangking Teratas Jika Digandengkan dengan Erick Thohir
Bandara-bandara itu dikategorikan sebagai bandara tertua di Indonesia.
Tetapi, apakah kamu sudah tahu bandara-bandara mana saja yang tertua di Indonesia? Inilah 6 bandara tertua di Indonesia:
1. Bandara Polonia
Bandara Polonia berada di pusat kota Medan, berdiri pada tahun sejak tahun 1928 dengan luas area 144 hektar.
Baca Juga: Update Survei LSI: Ganjar Pranowo Raih Rangking Teratas Jika Digandengkan dengan Erick Thohir
Bandara ini dibangun pada zaman pemerintahan Kolonial Belanda dulu, nama dari bandara ini diambil dari nama negara Polandia karena orang yang pertama memiliki tanah itu adalah Baron Michalsky yang sejatinya adalah orang Polandia.
Pada tahun 2005 terjadi kecelakaan pesawat milik Mandala Airlines yang menyebabkan 101 penumpang pesawat tewas termasuk Tengku Rizal Nurdin dan Mantan Gubernur Raja Inal Siregar.
Kejadian itu membuat bandara Polonia ditutup menjadi penerbangan komersial dan langsung dipindahkan ke Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) sehingga tempat itu dijadikan pangkalan udara TNI AU.
Baca Juga: Baru 2 Tahun Ambruk! Jembatan di Padang Pariaman Ini Dibangun dengan Anggaran Rp25 Miliar
3. Bandara Darmo
Bandara Darmo berada di Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Surabaya yang berdiri pada tahun 1929.
Bandara ini merupakan bandara utama yang di bangun di Surabaya, pada masa kolonial pemerintahan Hindia Belanda bandara ini digunakan untuk melayani penerbangan masyarakat sipil dan dikelola oleh KNILM atau Koninklijke Nederlandsch Indische Luchtvaart Maatschappij.
Sekitar 18 tahun kemudian bandara ini diganti menjadi Kompleks Madokam V Wijaya, sedangkan lokasi landasan pacunya menjadi Jalan Raden Wijaya.
3. Bandara Kemayoran
Bandara Kemayoran berada di Jakarta yang sudah berdiri pada tahun 1934 yang merupakan penerbangan komersial internasional.
Bandara ini dulunya menerima kedatangan dari pesawat pertama milik Koninklijke Nederlandsch Indische Luchtvaart Maatschappij (KNILM).
Bandara ini diberhentikan dan dialihkan kan operasi komersialnya ke Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada 31 Maret 1985.
Sehingga Bandara Kemayoran diganti menjadi kompleks Pekan Raya Jakarta dan Kota Baru Kemayoran.
4. Bandara Tjililitan
Bandara TJililitan berada di Jakarta yang sudah berdiri pada tahun 1924 yang digunakan menjadi Pangkalan Udara Cililitan.
Nama Bandara Cililitan diganti menjadi nama Bandara Halim Perdanakusuma pada tahun 17 Agustus 1952 untuk mengenang penerbang legendaris yaitu Abdul Halim Perdanakusuma, dan sekarang bandara ini beroperasi secara komersial.
5. Bandara Andir
bandara Andir yang sekarang dikenal sebagai Bandara Internasional Husein Sastranegara berada di Bandung yang sudah berdiri sejak tahun 1918.
Bandara ini dibangun oleh pemerintahan Hindia Belanda, bandara ini melayani penerbangan komersial masyarakat sipil dari rute Bandung-Batavia.
Bandara ini pernah dijadikan tempat pangkalan militer TNI AU pada tahun 1969-1973.
6. Bandar Kalidjati
Bandara Kalidjati berada di Kabupaten Subang, Bandung, jawa Barat yang sudah berdiri pada tahun 1914.
Setelah beberapa tahun lamanya bandara ini dikuasai bergantian oleh Hindia Belanda dan Jepang, akhirnya bandara ini bisa digunakan oleh Indonesia pada 27 Desember 1949.
Bandara itu menjadi pangkalan militer TNI AU dan diberi nama Pangkalan TNI AU, tetapi pada tahun 2001 nama Pangkalan TNI AU diganti menjadi nama Pangkalan TNI Suryadarma. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi