5.697 KK Terdampak Relokasi, Bendungan Rp5,2 Triliun di Kab Bogor Jawa Barat Ini Diramalkan Jadi Penangkal Banjir Citarum dengan Efektivitas 66 Persen

inNalar.com – Berangkat dari permasalahan di sekitar bantaran Sungai Citarum yang menjadi area langganan banjir imbas luapannya.

Kementerian PUPR berniat membangun sebuah bendungan di Kabupaten Bogor, Jawa Barat yang digadang bakal mampu reduksi banjir hingga 66 persen.

Pembangunan infrastruktur ini menjadi prioritas pemerintah lantaran banjir besar yang terjadi di kawasan hilir Sungai Citarum pada 2021 silam.

Baca Juga: Biaya Pembangunannya Cuma Rp16 Miliar, Rusun ‘Cantik’ di Jawa Tengah Ini Berada di Pusat Eksekusi Mati, Khusus Untuk…

Pasalnya semenjak itu, kondisi bantaran sungai semakin memburuk terlihat dari tanggul yang semakin terkikis, limpas, hingga jebol di beberapa daerah.

Atas niat mulia pemerintah untuk mengatasi bencana alam tersebut, akhirnya Bendungan Cibeet mulai dibangun pada September 2023.

Proyek Bendungan Cibeet ini diperkirakan bakal babat lahan seluas 1.700,26 hektare yang bakal menempati dua kecamatan sekaligus.

Baca Juga: Nilai Investasinya Rp37 Triliun, Smelter Nikel di Morowali Ini Diambil Alih oleh Perusahaan Singapura

Kedua kecamatan tersebut meliputi kawasan Tanjungsari dan Cariu. Artinya ada 8 desa yang bakal terbidik relokasi akibat adanya pembangunan infrastruktur ini.

Kepala Bappedalitbang Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika memperhitungkan bahwa pembangunan waduk berukuran jumbo ini diperkirakan akan membawa dampak bagi 5.6977 KK.

Relokasi menjadi satu-satunya cara untuk memindahkan para warganya sekaligus menempatkan masyarakat ke lokasi yang lebih aman dari yang sebelumnya.

Baca Juga: Biayanya 21 Miliar USD, Kilang Tuban di Jawa Timur Garapan Pertamina Rosneft Ini Gunakan Material Proyek 1.208 Kali Lebih Berat dari Patung Liberty?

Adapun kedelapan desa yang diketahui bakal terdampak akibat pembangunan bendungan senilai Rp5,2 triliun ini meliputi Bantarkuning, Cariu, Cibatutiga, dan Cikutamahi.

Selanjutnya ada pula Desa Karyamekar, dan Mekarwangi yang masuk ke dalam area Kecamatan Cariu.

Selain itu ada pula Desa Antajaya dan Tanjungrasa yang berada di kawasan Kecamatan Tanjungsari.

Baca Juga: Pendapatannya Naik Sekitar 7,3 Persen, Utang Perusahaan Tambang PT Vale Indonesia Tbk Semakin Membengkak hingga Segini

Nantinya pihak Kepala Bappedalitbang akan menawarkan beberapa tawaran opsi kepada Kementerian PUPR terkait penanganan warga terdampak relokasi ini.

Namun perlu diketahui bahwa sejauh ini pihak masyarakat terdampak turut menerima dan mendukung pembangunan Bendungan Cibeet.

Dengan harapan apabila bendungan ini telah rampung, banjir di bantaran hilir Sungai Citarum bakal semakin berkurang.

Baca Juga: Investasi Rp90 Triliun, Antam Gandeng Perusahaan Asal Hong Kong Bangun Proyek Baterai Lithium untuk Kendaraan Listrik

Bahkan disebut oleh Kepala BBWS Citarum Bastari, bahwa efektivitasnya bisa sampai 66 persen.

“Bendungan Cibeet dibangun untuk mereduksi banjir di hilir Citarum sebesar 66%,” ungkap Bastari, dikutip inNalar.com dari Kementerian PUPR.

Selain itu, diharapkan pula aliran airnya mampu mengirigasi lahan eksisting seluas 1.037 hektare.

Baca Juga: Investasi Rp238,25 Triliun, Pertamina Masih Kompak Bareng Rosneft Garap Megaproyek Kilang Tuban di Jawa Timur, Genjot Kapasitas Produksi 300.000 Bph

Kemudian pengairan saluran irigasi baru yang luasnya melega hingga 1.000 hektare dan suplai irigasinya bisa sampai 5.000 hektare.

Potensi suplai air baku pun diketahui berkapasitas 3,77 meter kubik per detik dan potensi PLTA yang dihasilkan sebesar 0,25 megawatt.

Apabila urusan pembebasan lahan telah rampung, maka pembangunan Bendungan Cibeet ini bakal dimulai pada tahun 2024.

Baca Juga: Selamatkan Uang Negara Rp72,99 M, BPH Migas Gandeng Institusi Penegak Hukum untuk Awasi Penyimpangan BBM Sepanjang 2023

Harapannya konstruksi dapat selesai pada tahun 2028, lebih baik lagi jika lebih cepat rampungnya di tahun 2027.

Pembangunan akan dilakukan sebanyak tiga tahap dari kontraktor yang berbeda-beda.

Nilai proyeknya yang mencapai Rp5,2 triliun ini akan terbagi menjadi tiga tahap penggelontoran dana.

Tahap pertama senilai Rp1,92 triliun akan digarap oleh Nindya, Adhi, Bahagis, KSO. Kemudian tahap kedua senilai Rp1,81 triliun akan dikerjakan oleh PP, Marfri, DMT, KSO.

Baca Juga: Pendapatan Usaha Meroket hingga Rp14 Triliun, PT Vale Indonesia (INCO) Garap 3 Proyek Senilai Rp129 Triliun, Apa Saja?

Sementara tahap ketiga akan digarap oleh Waskita Karya, BK-BBP-KPR, KSO dengan nilai kontrak Rp1,47 triliun.

Melansir dari siara pers Waskita Karya pada 31 Agustus 2023, pihaknya membocorkan strategi agar pengerjaan lebih efisien, berkualitas, dan rampung tepat waktu.

Diungkap oleh perusahaan penggarap tahap ketiga ini, teknologi Building Information Modeling (BIM) bakal dikerahkan dalam pengerjaan proyek ini.

Hal ini dilakukan agar pengerjaan proyek mampu diakselerasi sehingga rampung tepat pada waktunya atau bahkan lebih cepat.***

Rekomendasi