

inNalar.com – Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat, NTB merupakan bendungan multifungsi dengan segudang manfaat.
Salah satu fungsi dari Bendungan Bintang Bano di Sumbawa Barat adalah mampu mengairi lahan pertanian hingga 6.700 hektar.
Luas sekali bukan jangkauannya? Hal ini dikarenakan besarnya kapasitas daya tampung yang dimiliki oleh waduk tersebut.
Bendungan Bintang Bano dengan kapasitas 76 juta meter kubik juga berfungsi untuk mereduksi banjir di Sumbawa Barat.
Kapasitas waduk dalam mereduksi banjir yang terjadi di daerah Sumbawa Barat, NTB mencapai 53 persen.
Bahkan setelah dibangunnya Bintang Bano, diketahui bahwa saat terjadi hujan besar, daerah Sumbawa Barat sudah tidak mengalami banjir.
Selain dapat mereduksi banjir, waduk dengan luas genangan mencapai 256 hektar di NTB ini juga mampu memenuhi kebutuhan air baku hingga 550 liter/detik.
Waduk tersebut juga memiliki potensi sebagai penghasil listrik tenaga air yang kapasitasnya mencapai 6,6 MW.
Pemerintah berharap besar pada waduk di Sumbawa Barat ini agar dapat menjadi pariwisata dan menunjang perekonomian sekitar.
Baca Juga: Filantropis Sekaligus Pengusaha Kakap RI Ini Yakin Prabowo – Gibran Menang di Pilpres 2024, Namanya…
Anggaran yang dikeluarkan untuk mendukung kesuksesan pembangunan Bintang Bano di Sumbawa Barat diketahui mencapai Rp 1,44 triliun.
Bendungan Bintang Bano sendiri merupakan salah satu dari 6 proyek bendungan yang ada di Nusa Tenggara Barat.
Hingga masa peresmiannya, Bintang Bano adalah bendungan ketiga yang diresmikan oleh Presiden Jokowi.
Sebelumnya, Jokowi telah meresmikan 2 bendungan lain, yaitu Tanju pada tahun 2018 dan Mila pada tahun 2019.
Diantara ketiga bendungan yang telah diresmikan, Bendungan Bintang Bano adalah yang paling besar dengan luas genangan 256 Ha.
Dengan kapasitas mereduksi banjir yang mencapai 53 persen, Bendungan Bintang Bano akan sangat membantu Sumbawa Barat ketika terjadi hujan lebat.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi