5 Tahun Pening Gegara Rp23 Triliun, Jambi-Riau Bisa Terhubung Jalan Tol Berkat Dompet Investor Asing: Tembus 21 Desa Ini

inNalar.com – Dinantikan lama oleh warga Jambi dan Riau, akhirnya kedua provinsi ini akan disambung oleh jalan tol yang melintasi sejumlah desa terdampak.

Penantian panjang bermula saat proyek jalan tol penghubung Jambi-Riau yang bakal ‘babat’ sejumlah desa ini sempat mengalami fase hibernasi.

Peliknya persoalan biaya pembangunan menjadi salah satu faktor yang bikin proyek infrastruktur ini tidur setidaknya selama 5 tahun terakhir.

Baca Juga: Belah 23 Desa di Sumatera Utara, Progres Megaproyek Jalan Tol Indrapura-Kisaran Sempat Mandek di Satu Nagori Ini

Namun kabar baiknya, proyek jalan tol ini semakin cerah usai ada asupan dana dari investor asing.

Alhasil, Provinsi Jambi dan Riau pun akhirnya positif terhubung melalui Rengat dan siap membelah sedikitnya 21 desa.

Jadi mulanya, rencana pembangunan infrastruktur jalan ini sudah mengemuka sejak tahun 2018.

Baca Juga: Dikira Batubara dan Asahan, Justru Daerah di Sumatera Utara Ini yang Paling Banyak Nikmati Jalan Tol Sepanjang 47,5 km

Namun hingga per Januari 2023, progres masih ngadat dan pembebasan lahannya pun mentok di progres 1,47 persen.

“Pembangunan konstruksi pada ruas Jalan Tol Rengat-Jambi belum dilaksanakan,” dikutip dari inNalar.com dari Portal Pemerintah Provinsi Riau.

Penyebab pembangunan Jalan Tol Jambi-Rengat sulit terkoneksi adalah dana proyek yang masih seret Rp23 triliun.

Baca Juga: Habiskan Dana Rp2,2 Triliun, Jalan Tol AP Pettarani di Makassar Ini Raih Penghargaan Internasional

Berkat kolaborasi epik Pemerintah RI dan Pemerintah Provinsi Jambi-Riau akhirnya investor asing ini berhasil dirangkul guna muluskan proyek ini.

Sebagai informasi, proyek infrastruktur jalan lebar ini merogoh dana investasi sebesar Rp34,19 triliun.

Dengan dana fantastis tersebut, kekurangan biayanya diasup oleh satu bank yang telah lama bekerja sama dengan Kementerian Keuangan RI.

Baca Juga: Ruwetnya Proyek Jalan Tol Pekanbaru, Riau: Didukung Warga Terdampak Tapi Bikin 3 Kementerian ‘Turun Gunung’

Namanya adalah Asian Infrastructure Investment Bank atau disingkat dengan AIIB.

Sebagaimana namanya, fokus pasok dana investor asing ini khusus pada wilayah Asia, termasuk infrastruktur jalan tol di Indonesia.

Peran investor asing yang satu ini memang khusus untuk menstimulasi gerak masifnya SDGs, sehingga tidak heran akhirnya Proyek Jalan Tol Jambi-Rengat ini akhirnya tertolong.

Usai diasup dana fantastis dari AIIB, progres pembangunan akan dimulai pada tahun 2024.

Sementara lintasannya bentangannya akan dimulai dari ruas Tempino-Simpang Ness-Merlung.

Panjang lintasan di area Jambi akan memanjang hingga 116,5 kilometer, sedangkan di Riau sendiri akan membentang 81,63 kilometer.

Alhasil, jalan tol yang satu ini nantinya akan menghubungkan Kabupaten Batanghari hingga Indragiri Hulu.

Setidaknya terdapat 21 desa terdampak yang akan dilalui trase sepanjang 198,13 kilometer ini.

Pada sesi ruas tol wilayah Jambi, desa terdampak proyek ini meliputi Kampung Selat, Dusun Mudo, dan Kuala Dasal.

Selanjutnya, Kampung Pelabuhan Dagang, Brasau, Taman Raja, Rawa Kempas, dan Teluk Pengkah masuk di dalam lintasannya.

Sementara pada sisi lainnya, yaitu pengerjaan jalan tol di Provinsi Riau ini meliputi Desa Lubuk Besar, Limau Manis, Sekara, dan Sekayan.

Lebih lanjut, masih ada Kampung Danau Rambai, Penyaguan, Payarumbai, Bukit Meranti, dan Talang Jerinjing.

Tidak ketinggalan di wilayah Kecamatan Rengat Barat, titik terakhir tol ini juga akan melintasi Desa Pematang Jaya dan Sungai Dawu.

Sebagai informasi tambahan, proyek infarstruktur ini memakan biaya investasi fantastis, yaitu mencapai Rp58,97 triliun.***

Rekomendasi