5 Mitos Danau Toba di Sumatra Utara yang Masih Terus Melegenda di Kalangan Masyarakat hingga Saat Ini

inNalar.com – Danau Toba merupakan salah satu danau alami yang ada di Indonesia, khususnya di Sumatera Utara.

Danau Toba juga merupakan salah satu danau terdalam di dunia. Danau Toba memiliki kedalaman 505 meter.

Tak hanya memiliki pemandangan yang indah, Danau Toba juga menyimpan misteri sebagai salah satu destinasi wisata di Sumatera Utara yang terkenal dan masih disebut-sebut oleh masyarakat.

Baca Juga: 5 Dampak FOMO Bagi Kehidupan, Hati-hti Jangan Berlebihan Menggunakan Media Sosial!

Selain keindahan alamnya yang memukau, danau yang terletak di tengah pulau Sumatera Utara ini menyimpan banyak legenda yang masih banyak dipercaya oleh penduduk setempat.

Nah apa saja mitos-mitos tersebut, simak ulasan lengkapnya di bawah ini:

1. Ikan Mas Raksasa
Salah satu legenda yang sering disebut-sebut oleh penduduk setempat adalah tentang ikan mas raksasa.

Baca Juga: Intip Hewan Mungil yang Jadi Maskot Kabupaten Bungo, Punya Tubuh Mirip Rusa dan Terbiasa Hidup Sendirian?

Legenda ikan mas ini diturunkan secara turun temurun dan dipercaya oleh masyarakat Danau Toba. Salah satu warga desa, menceritakan legenda tersebut dialami oleh kakek buyutnya.

Konon pada zaman dahulu kala, ada seorang bernama Toba yang ingin memancing di sungai untuk menangkap ikan mas.

Menurut cerita turun temurun, ikan yang ditangkap dapat berbicara dan memohon kepada manusia untuk tidak memasak.

Baca Juga: Perusahaan Tambang Bauksit di Kalimantan Barat Ini Alami Penurunan Hasil, Karyawan Ketar-ketir di PHK?

Ikan itu kemudian juga bisa berubah menjadi seorang putri yang sangat cantik.

Seorang pria bernama Toba kemudian menikah dengan Putri cantik ikan mas. Namun sang Putri mengajukan permintaan yang harus dipatuhi Toba, agar tidak ada yang tahu asal usulnya.

Kemudian dari pernikahan tersebut mereka dikaruniai seorang putra yang diberi nama Samosir.

Suatu hari, Samosir diminta mengirimkan makanan kepada ayahnya yang sedang bekerja di ladang. Namun di tengah jalan, makanan yang dibawa Samosir habis dimakan.

Setelah itu, Toba, ayah Samosir, mengetahui anaknya telah memakan makanan siangnya, marah dan menghina anak tersebut dengan mengatakan “dasar kau anak ikan.”

Toba tidak sadar dia telah melanggar sumpahnya. Seketika langit menjadi gelap dan hujan turun dengan deras, air pun meluap dari dalam tanah dan menyelimuti seluruh desa.

Di saat yang sama, Putri dan Samosir tiba-tiba menghilang saat desa terendam.

Berdasarkan cerita tersebut, penduduk setempat percaya bahwa Danau Toba dan Pulau Samosir adalah perwujudan putri duyung dan putranya.

2. Batu Gantung Menangis
Batu Gantung Menangis merupakan salah satu ciri khas pariwisata Danau Toba. Lokasi tepatnya berada di tepi Danau Toba, Kecamatan Parapat, Kabupaten Simalungun.

Gua ini sebenarnya adalah sebuah fenomena pemandangan berupa pahatan batu yang menempel di tepi Danau Toba.

Namun dibalik hal tersebut terdapat mitos seputar fenomena Batu Gantung. Penduduk asli Parapat mengatakan bahwa legenda Batu Gantung bermula dari kisah seorang gadis muda bernama Krisan yang dipaksa dijodohkan oleh orang tuanya.

Gadis muda menolak perjodohan karena dia sudah memiliki pria idamannya. Ia kemudian memutuskan untuk bunuh diri dengan melompat dari tepi Danau Toba.

Sekitar waktu itu, Seruni memutuskan untuk terjun ke tepi Danau Toba bersama anjing kesayangannya. Namun saat ia melompat, rambut Seruni tersangkut di dahan.

Hal ini mengakibatkan Seruni tergantung di pohon bersama anjingnya yang dikenal dengan nama. Kemudian dikenal sebagai Batu Gantung.

3. Naga yang hidup di Danau Toba
Salah satu mitos yang banyak beredar di kalangan masyarakat adalah tentang naga yang hidup di Danau Toba.

Beberapa penduduk setempat percaya bahwa naga yang menghuni danau tersebut adalah anak dari seorang pria bernama Toba, yang berubah menjadi naga penjaga danau hingga sekarang.

Jadi, setelah diketahui warga setempat, diyakini para nelayan sering melihatnya di dalam air.

4. Begu Ganjang
Begu Ganjang merupakan makhluk mistik yang diyakini sebagian masyarakat Sumatera Utara, termasuk penduduk Danau Toba.

Penduduk setempat percaya bahwa Begu Ganjang adalah makhluk berukuran besar dan berambut panjang yang sering disebutkan ketika ada fenomena yang dianggap aneh, seperti penduduk setempat yang tiba-tiba jatuh sakit atau meninggal mendadak dengan cara yang mencurigakan.

Menurut penduduk setempat, ada dua versi legenda Begu Ganjang. Pertama, Begu Ganjang konon adalah hantu yang digunakan oleh orang yang mempunyai ilmu hitam untuk melakukan ilmu gaib atau ilmu sihir.

Legenda lainnya, Begu Ganjang dianggap sebagai penjaga kebun jeruk penduduknya. Menurut cerita banyak warga yang meminta Begu Ganjang untuk merawat jeruknya.

5. ‘Santabbi Oppung’
Legenda lain yang diyakini penduduk sekitar Danau Toba adalah salam ‘Santabbi Oppung’.

Menurut warga, salam tersebut merupakan bentuk sopan santun untuk meminta izin singgah di lingkungan sekitar.

Selain itu, selama berada di Danau Toba pengunjung juga diwajibkan menjaga sopan santun dan tutur kata.***

Rekomendasi