5 Kisah Jenderal Hoegeng yang Inspiratif di HUT Bhayangkara ke 77, Nomor 1 Bisa Jadi Contoh Semua Pejabat

inNalar.com – Di peringatan HUT Bhayangkara ke 77, sosok Jenderal Hoegeng yang jujur dan berintegritas patut diteladani. Bahkan namanya sempat disebut oleh Gus Dur sebagai satu-satunya polisi jujur saat itu.

HUT Bhayangkara ke 77 sebagai peringatan lahirnya institusi aparat keamanan sipil di Indonesia.

HUT Bhayangkara ke 77 diperingati di seluruh wilayah di Indonesia dengan upacara bendera dan berbagai acara menarik.

Baca Juga: Link Twibbon Hari Pustakawan Nasional 2023 yang Diperingati Pada 7 Juli, dilengkapi Sejarah Singkatnya

Namun sayangnya di HUT Bhayangkara ke 77 ini, masih banyak oknum polisi yang tersangkut berbagai kasus.

Sosok Jenderal Hoegeng setidaknya bisa menjadi contoh kinerja polisi di HUT Bhayangkara ke 77 untuk kedepannya.

Berikut lima kisah polisi teladan Jenderal Hoegeng yang dihimpun inNalar.com dari berbagai sumber.

Baca Juga: Berikut 4 Aneka Sajian Daun Kelor Buat Atasi Diabetes Melitus, Cara Penyajiannya Mudah dan Jarang Diketahui

1. Polisi Jangan Mau Dibeli

Pada saat itu, Jenderal Hoegeng membuktikkan bahwa dirinya bukanlah polisi yang bisa dibeli.

Hal itu dibuktikkan ketika menjadi perwira polisi di Sumatera Utara, saat berani memberantas perjudian.

Jenderal Hoegeng tidak mau menerima suap dan barang-barang hadiah dari para bandar judi di sana.

Baca Juga: Begini Ternyata Sejarah Singkat Peringatan Hari Bank Indonesia 2023 yang Diperingati Setiap 5 Juli

Bahkan barang pemberian itu dikeluarkan dari rumah, karena tak ingin menjadi polisi yang bisa dibeli.

Pesan yang saat itu disampaikan yakni “Baik menjadi orang penting, tapi lebih penting menjadi orang baik”.

2. Memberantas Semua Bekingan

Ketika ditugaskan pada tahun 1955 di Sumatera Utara, Jenderal Hoegeng langsung memberantas penyelundupan dan perjudian.

Meski saat itu pangkatnya masih AKBP, keberaniannya memberantas kejahatan tak pandang bulu.

Bahkan Jenderal Hoegeng pernah diberikan rumah dan mobil dari para pengusaha sebagai suap agar bisnisnya tidak diganggu.

Jenderal Hoegeng pun menolak dan memilih untuk tinggal sementara di hotel sampai rumah dinasnya tersedia.

Saat pindah ke rumah dinas, berbagai barang mewah sudah ada di dalam dari hasil pemberian bandar judi.

Alhasil barang-barang mewah tersebut dikeluarkan oleh Jenderal Hoegeng.

3. Mengatur Lalu Lintas di Perempatan

Tak hanya dikenal jujur dan anti korupsi, Jenderal Hoegeng juga tak sungkan mengatur lalu lintas di perempatan.

Kepeduliannya terhadap masyarakat sangat tinggi, meskipun sudah berpangkat jenderal dan menjabat sebagai Kapolri.

Dalam benaknya sudah tertanam bahwa sebagai polisi harus melayani masyarakat, meski jabatannya tinggi atau rendah.

4. Menolak Tegas Tawaran Pengusaha

Jenderal Hoegeng pernah ditawari beberapa barang mewah oleh seorang pengusaha yang menjadi pelaku penyelundupan.

Tujuannya agar kasus yang dialami pengusaha itu bisa dihentikan segera dan ia bisa bebas.

Tapi oleh Jenderal Hoegeng tawaran tersebut langsung ditolak dan dikembalikan.

5. Melarang Istri Buka Toko Bunga

Ketika Jenderal Hoegeng dilantik sebagai Kepala Jawatan Imigran, ia langsung meminta istri untuk menutup toko bunga.

Pasalnya hal itu ia lakukan agar tidak dijadikan kepentingan imigrasi dengan dirinya.

Kepentingan yang dilakukan dengan cara membeli bunga di toko istrinya.

Itulah beberapa kisah Jenderal Hoegeng yang bisa menjadi inspirasi polisi saat ini, agar masyarakat bisa kembali percaya.***(Faisal)

Rekomendasi