

InNalar.com – Saat liburan ke berbagai daerah, tidak afdhol kalau kita tidak mencoba berbagai makanan khasnya.
Salah satunya, jika kamu mau berlibur ke Kota Solo, Jawa Tengah ada juga makanan khas yang bisa dicoba.
Daerah yang memiliki nama administratif Surakarta ini memiliki beragam makanan unik dan khas.
Biasanya kuliner khas tersebut selain memiliki rasa yang enak, juga menyimpan sejarah tersendiri.
Misalnya, dari segi penamaannya, proses pembuatan, cara makan, dan lain sebagainya.
Sementara itu di Kota Solo, Jawa Tengah yang biasanya terkenal dengan wisata bersejarah, seperti peninggalan kuno, dan wisata budaya, ternyata memiliki sederet makanan khas, dan menjadi andalan di Solo. Bahkan ada yang usianya mencapai 94 tahun.
Lalu apa saja makanan khas yang bisa kamu coba saat berkunjung, ke sana? simak ulasannya dilansir dari Portal Informasi Indonesia berikut ini.
1. Selat Solo
Jika makanan steak biasanya terkenal di daerah Eropa, kali ini Solo juga punya makanan steak yang memiliki cita rasa lokal.
Makanan bernama Selat Solo ini perpaduan dari bistik dan salad, kemudian ditambahkan dengan saus khusus, yang terbuat dari kecap manis.
Kemunculan makanan asli Solo tersebut bermula saat masa kolonial. Dimana, orang Eropa berdatangan ke Indonesia dengan membawa kuliner khas negara mereka. Mulai dari bahan hingga teknik pemasakan.
Meski demikian, tidak semua raja di Surakarta waktu itu cocok dengan hidangan asal Eropa.
Itu sebabnya dilakukan modifikasi pada makanan, agar sesuai dengan lidah orang Jawa.
Sementara itu kata Selat sendiri berasal dari Slacthje yang bermakna salad. Tetapi, karena kesusahan dalam melafalkan kata Slacthje akhirnya menjadi Selat.
2. Timlo Solo
Timlo merupakan salah satu kuliner populer Solo dalam bentuk sup, yang berisi irisan hati ampela, telur dadar gulung, sosis solo, mihun, pindang telur, ayam suwir.
Asal mula hidangan ini terinspirasi dari Sup Kimlo. Suatu makanan khas orang Tionghoa.
Meski demikian, seiring berjalannya waktu Kimlo populer di kalangan rang Jawa dengan sebutan Timlo, karena perbedaan dialek.
Adapun keberadaan Timlo, sudah ada sebelum kemerdekaan Indonesia, sekitar abad ke 19 dan saat itu masih populer dengan nama Kimlo.
3. Nasi Liwet
Salah satu hidangan andalan masyarakat Solo ini bernama Nasi Liwet, sekaligus ikon kota ini. Mempunyai rasa gurih, disajikan dengan sayur labu siam dan telur ayam rebus serta kumut.
Kenikmatan nasi liwet ini sendiri kala dibungkus menggunakan daun pisang.
Uniknya, nasi liwet Solo ini cara membuatnya sudah tertulis dalam Serat Centhini.
Kepopuleran Nasi Liwet Solo sendiri sudah sejak abad ke 19, atau pada masa pemerintahan Sri Susuhan Pakubuwana.
Meski demikian, nasi liwet ini sendiri menjadi hidangan yang dibuat oleh masyarakat Desa Menuran ini sudah ada sekitar 1582 M, masa kerajaan Mata
Pembuatannya terinspirasi dari Nasi Samin, yang diyakini sebagai salah satu makanan kesukaan Nabi Muhammad SAW. Karena, saat sulit ditemukan minyak samin, maka sebagai gantinya menggunakan santan kelapa.
Oleh sebab itu, nasi liwet sendiri bisa kita temukan dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW.
4. Tengkleng
Hidangan satu juga menjadi favorit Masyarakat Solo, bahkan juga bisa ditemukan di luar Solo.
Makanan ini bernama Tengkleng, terbuat dari sisa tulang belulang kambing, dengan sedikit daging yang masih menempel, ditambah jeroan, dab bagian kambing lainnya.
Mempunyai bumbu berwarna kuning, bercampur rempah, dan tanpa santan.
Kehadiran tengkleng sendiri sejak abad ke-19 merupakan suatu hidangan yang tergolong istimewa.
Dimana, saat itu daging kambing hanya boleh dikonsumsi oleh bangsawan dan orang Belanda yang bisa menikmati hidangan satu ini.
Sedangkan, masyarakat biasa seperti pekerja hanya bisa memakan bagian sisa, misalnya jeroan, kaki, kepala, dan lain lain.
Namun, karena masyarakat yang kreatif akhirnya membuat olahan Tengkleng dengan bagian sisa. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi