4 Jenis Manusia Praaksara Pithecanthropus, Kenali Lokasi Penemuan, Karakteristik dan Ciri Fisiknya

inNalar.com – Pithecanthropus merupakan fosil manusia purba yang paling banyak ditemukan di Indonesia, sisa-sisanya ditemukan di Perning, Kedungbrubus, Trinil, Sangiran, Sambungmacan dan Ngandong.

Kala plestosen di Indonesia banyak dihuni manusia Pithecanthropus. Manusia ini diperkirakan hidup pada kala plestosen bawah, tengah, dan mungkin plestosen atas.

Ada beberapa jenis manusia purba yang tergolong dalam Pithecanthropus, antara lain:

Baca Juga: Megantrophus Palaeojavanicus Fosil Paling Primitif, Simak Penemuan, Sejarah dan Ciri-Ciri Kehidupannya

1. Pithecanthropus mojokertensis

2. Pithecanthropus robustus (Manusia Kera yang Kuat)

3. Pithecanthropus Erectus (Manusia Kera yang Berdiri Tegak) 

4. Pithecanthropus Soloensis (Manusia Kera dari Solo).

Pithecanthropus mojokertensis                                      Pithecanthropus mojokertensis ditemukan oleh Von Koeningswald di Perning, Mojokerto pada lapisan Pleistosen Bawah.

Temuannya berupa fosil anak berusia 5 tahun dengan volume otak sekitar 650 cc, mereka diperkirakan hidup sekitar 2,5 – 1,25 juta tahun yang lalu.

Baca Juga: Kumpulan Link Twibbon Ramadhan 2022 atau 1443 H, Cocok Dibagikan untuk Menyambut Bulan Suci

Ciri-ciri Pithecanthropus Mojokertensis meliputi :

  1. Badan tegap, tapi tidak setegap Meganthropus
  2. Tinggi badannya sekitar 165-180 sentimeter
  3. Tulang rahang dan geraham kuat
  4. Bagian kening menonjol
  5. Hidung lebar dan tidak berdagu
  6. Volume otak belum sempurna, kapasitasnya hanya 750-1.300 cc

Pithecanthropus robustus dan Pithecanthropus Erectus      Pithecanthropus robustus ditemukan oleh Weidenreich dan Von Koeningswald pada tahun 1939 di Trinil, pada lapisan Pleistosen Bawah, temuan fosil ini dianggap sejenis dengan Pithecanthropus mojokertensis.

Sedangkan Pithecanthropus Erectus ditemukan oleh Eugene Dubois di desa Trinil, Ngawi pada tahun 1890 di lapisan Pleistosen Tengah.

Penemuan Pithecanthropus Erectus merupakan yang paling banyak di Indonesia, fosil itu berjenis kelamin laki-laki dengan volume otak sekitar 900 cc.

Baca Juga: Jadwal Imsak dan Buka Puasa Ramadhan 1443 H atau 2022 Wilayah Purwakarta Lengkap Selama Sebulan

Pithecanthropus Erectus dianggap sebagai Missing link atau makhluk peralihan dari kera ke manusia. Ciri-ciri fisik manusia purba Pithecanthropus erectus 

  1. Memiliki Volume otaknya sekitar 750 – 1350 cc
  2. Memiliki tinggi badan sekitar 165 – 180 cm
  3. Memiliki postur tubuh yang tegap
  4. Mempunyai gigi geraham yang besar dengan rahang yang sangat kuat
  5. Mempunyai hidung yang tebal
  6. Memiliki tonjolan kening yang tebal dan melintang di dahi.

Baca Juga: Video Detik-Detik Wanita Selamatkan 3 Ekor Anjing yang Dibuang Pemiliknya, Warganet Ragu Ini Settingan

Pithecanthropus Soloensis                                                        Jenis yang terakhir adalah Pithecanthropus Soloensis yang ditemukan di Ngandong, Blora, di Sangiran dan Sambungmacan, Sragen oleh Ter Haar, Openoorth dan Von Koeningswald di lapisan Pleistosen Atas.

Makhluk ini lebih tinggi tingkatannya dibandingkan Pithecanthropus Erectus, karena memiliki volume otak sampai 1300cc.

Baca Juga: Cak Nun Berpendapat Indonesia Tak Butuh Sertifikasi Halal

Ringkasnya, Pithecanthropus Soloensis memiliki ciri antara lain

  1. Hidup kala Pleistosen awal dan tengah (sekitar 1-1,5 juta tahun yang lalu).
  2. Tinggi sekitar 168-180 cm dengan berat badan 80-100 kilogram
  3. Ketika berjalan tubuhnya tegak.
  4. Volume otak 775-975 cc.
  5. Alat pengunyah sangat kuat
  6. Untuk bagian kepala dan wajah, keningnya menonjol tebal, hidung tebal, tidak memiliki dagu, serta kepala bagian belakangnya.***

 

Rekomendasi