4 Cara Menghilangkan Bau ‘Terasi’ dan Mengatasi Lembap di Daerah Kewanitaan


inNalar.com
– Bau dan lembab pada daerah kewanitaan tentu saja sangat menurunkan kepercayaan kaum hawa, tak jarang baunya seperti bau terasi.

Permasalahan daerah kewanitaan yang lembab pun kadang kali menjadi momok bagi para perempuan yang belum maupun sudah menikah.

Ditambah periode datang bulan yang semakin membuat daerah kewaitaan perempuan lebih mudah terkena penyakit dan gejala lainnya.

Baca Juga: Ini Nggak Mungkin! Ternyata Tepung Beras Bisa Jadi Skincare Penghilang Flek Hitam di Wajah

Seperti pertumbuhan bakteri di daerah kewanitaan, bau yang menyengat dan gatal-gatal pada daerah kewanitaan.

Namun jangan khawatir, tips berikut ini akan membantu para perempuan untuk menghilangkan bau dan lembab pada daerah kewanitaan.

Tamayo dalam Chanel Youtubenya engan nama pengguna @bindiatamayo membagikan tips and trik untuk menghilangkan bau dan lembab pada daerah kewanitaan.

Baca Juga: Arsenal Sangat Tertarik Datangkan Declan Rice dari West Ham United, Begini Respon Mengejutkan Sang Pemain

Pertama, tamayo menyarankan untuk menggunakan bahan-bahan pemutih dan pembersih daerah kewanitaan agar daerah kewanitaan tetap bersih dan steril.

Kedua, menurunkan berat badan, hak tersebut karena jika berat badan berlebihan maka paha akan mudah bergesekan satu sama lain.

Ketika paha bergesekan satu sama lain, maka akan mudah menyebabkan tumbuhnya bakteri penyebab bau pada daerah kewanitaan.

Baca Juga: Tikung Arsenal dan Tottenham, AS Roma Sukses Datangkan Gelandang Lyon Houssem Aouar Melalui Kontrak Khusus

Ketiga, kurangi menggunakan bawahan (celana atau rok) ketat, karena memakai bawahan yang ketat menghalangi udara masuk ke daerah kewanitaan.

Dengan demikian, daerah kewanitaan akan lembab dan pada akhirnya akan bau seperti bau terasi, dimana hal yang tidak disukai semua wanita.

Keempat, gunakan aloevera gel dan jeruk nipis untuk menjaga PH daerah kewanitaan, dan membuatnya tetap harum.

Pemakaian celana ketat sendiri dapat mengakibatkan iritasi kulit dan kulit lecet, perut kembung, perubahan warna kulit, hingga gangguan infeksi.

Selain itu penggunaan celana ketat dapat menyebabkan infeksi jamur pada vagina, dimana jamur tersebut dapat menyebabkan banyak gejala.

Hal tersebut karena celana ketat dapat meningkatkan kelembapan dan mengganggu sirkulasi udara di area vagina, sehingga memicu jamur untuk tumbuh.

Oleh karena itu, sebaiknya hindari terlalu sering menggunakan celana ketat agar tetap menjaga kesehatan Vagina agar Vagina tidak bau dan lembab.

Hayatun Nufus

Rekomendasi