

inNalar.com – Kalimantan Barat merupakan salah satu daerah yang komoditi utamanya merupakan karet.
Namun, sebanyak 15 pabrik pengelola karet di Kalimantan Barat terancam bangkrut di tahun 2008.
Hal tersebut terjadi dikarenakan pabrik-pabrik pengolah karet tersebut kekurangan bahan baku.
Baca Juga: Investasi Capai 70 Triliun! Proyek Gas Laut Dalam Kalimantan Timur Malah Ditinggalkan AS, Mengapa?
400.000 ton bahan baku karet yang digunakan dalam waktu satu tahun untuk 15 pabrik pengolah karet di Kalimantan Barat.
Dengan banyaknya kebutuhan tersebut, hanya berkisar 180.000 ton yang bisa dihasilkan di Kalimantan Barat.
Sehingga pasokan tersebut tidak mencukupi kebutuhan akan bahan baku karet untuk 15 pabrik di Kalimantan Barat.
dengan adanya permasalahan tersebut sebanyak 3.000 karyawan yang bekerja 15 pabrik terancam menganggur.
Dari beberapa sumber dikatakan bahwa kurang lebih 500000 ton bokar dibawa dan diselundupkan ke Malaysia.
Hal tersebut merugikan negara, tidak hanya kehilangan devisa hingga Rp3,5 miliar per tahun.
Dengan adanya kelangkaan tersebut menyebabkan terjadinya persaingan harga antar perusahaan, setiap pabrik menawarkan harga yang cukup tinggi untuk memperoleh bahan baku karet.
Dalam situasi ini tentunya akan memberikan keuntungan kepada petani, namun jika pabrik karet bangkrut akan merugikan petani sendiri.
Salah satu solusi yang bisa ditawarkan adalah perluasan kebun karet milik para petani.
Dengan adanya perluasan perkebunan karet akan memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan bahan baku.
Dengan adanya peningkatan bahan baku tentunya diharapkan bisa mencukupi kebutuhan bahan baku dari setiap pabrik pengelola karet.
Sehingga 15 pabrik yang terancam bangkrut karena kekurangan bahan baku bisa kembali melanjutkan operasionalnya dengan ketersediaan bahan baku you karet yang mencukupi.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi