3 Tahun Sepi Bak Kuburan, Bandara di Kabupaten Kerinci Jambi Ini Rupanya Berdiri di ‘Sepenggal Tanah Surga’


inNalar.com – Dalam rangka mendukung bangkitnya sektor pariwisata, akses transportasi udara di Jambi tidak hanya ada di Bandara Sultan Thaha Saifuddin saja.

Ada dua bandara pendukung lainnya yang diharapkan menjadi perpanjangan tangan Jambi dalam mewujudkan kemudahan akses bagi wisatawan yang hendak mengeksplor berbagai objek wisata di tanah Bumi Melayu ini.

Yaitu, Bandara Depati Parbo yang berada di Kabupaten Kerinci dan Bandara Muara Bungo yang letaknya di Kabupaten Bungo, Jambi.

Baca Juga: Berharap Terwujud, Gubernur Kalimantan Barat Sokong Rencana Pemekaran Tiga Daerah Otonomi Baru di Kalbar

Salah satu bandara yang paling jadi sorotan di Jambi adalah Bandara Depati Parbo. Pasalnya, diketahui bandara yang terletak di Kabupaten Kerinci ini masih sepi penerbangannya sejak tahun 2020 silam.

Berbagai fasilitas pendukung operasional bandara telah disiapkan, tetapi bangkitnya lalu lintas penerbangan di Bandara Depati Parbo Jambi rupanya belum menemui titik terang.

Pihak airline diketahui telah merespon positif kerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk rute Jambi – Kerinci, tetapi belum ada perkembangan lebih lanjut terkait diskusi tersebut.

Baca Juga: 125 Km dari Surabaya, Bandara Baru di Jatim Ini Dibangun oleh Konglomerat Tanpa Bantuan APBN, Berapa Dananya?

Dari segi fasilitas bandaranya, Bandar Udara Depati Parbo telah siap melayani pesawat jenis Foker 50 dan ATR 72 500/600.

Rata-rata jumlah penumpang yang dapat dilayani di Bandara Kabupaten Kerinci ini adalah sekitar 70 orang.

Selain itu, Bandara tipe domestik di Jambi ini pun telah dilengkapi dengan landasan pacu yang panjangnya 1.800 x 30 meter. Tak hanya itu saja, terdapat apron yang ukurannya 56 x 42 meter.

Baca Juga: Jaraknya 47 Km dari Bogor, Perkebunan Karet Seluas 170 ha Ini Disulap Jadi Bandara Berstandar Internasional

Bandara Depati Parbo letaknya di Desa Angkasa Pura, Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Jambi.

Dijuluki sebagai daerah dengan ‘Sepenggal Tanah Surga’ nya, Bandara ini hadir untuk mendongkrak sektor pariwisata Jambi yang gudangnya berada di Kabupaten Kerinci.

Apabila Bandara Sultan Thaha Saifuddin dan Bandara Depati Parbo terus bersinergi dan saling terhubung, maka tentu potensi di berbagai objek wisata yang ada di Kabupaten Kerinci dapat meningkat.

Sebagaimana telah dikenal di kalangan masyarakat Jambi bahwa ada gunung tertinggi di Pulau Sumatera yang menyimpan kemegahan danau terbesar kedua di Indonesia.

Potensi besar objek wisata Danau dan Gunung Kerinci bisa melesatkan pariwisata di wilayah Kabupaten Kerinci, Jambi.

Keberadaan bandara Depati Parbo ini dapat memangkas waktu tempuh wisatawan yang semula harus menghabiskan waktu tempuh selama 10 jam, maka akan menjadi lebih cepat jika ditempuh dengan transportasi udara.

Diharapkan aktivitas Bandara Depati Parbo segera bisa bangkit kembali agar ekonomi Kabupaten Kerinci bisa meningkat.***

Rekomendasi