

InNalar.com – Pada daerah Kalimantan Timur, saat ini tengah dilakukan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Pada pembangunan smart city IKN tersebut, tentu sarana transportasi umum merupakan suatu elemen yang penting dalam memudahkan mobilitas.
Menariknya, terdapat gagasan untuk mengadakan transportasi umum di IKN, yaitu berupa bus tanpa supir.
Baca Juga: Telan Rp20 Triliun! Hotel Nusantara Pertama di IKN Kalimantan Timur Resmi Dibangun, Seberapa Mewah?
Jika hal ini benar-benar terealisasikan, tentu pantas jika IKN di Kalimantan Timur tersebut dikatakan menjadi smart city.
Smart city IKN Nusantara sendiri akan dibangun di Kalimantan Timur, tepatnya di Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara.
Dilansir InNalar.com dari channel YouTube Jubir TV, penerapan teknologi tinggi nantinya akan diberlakukan pada IKN Nusantara.
Baca Juga: Ribuan Orangtua Muslim dan Non-Muslim di Kanada Protes Pengajaran LGBT di Sekolah
Disebut sebagai smart city yang akan menggunakan teknologi tinggi, hal tersebut berlaku pula bagi transportasi umum.
Adapun transportasi umum yang digunakan, nanti IKN akan menggunakan bus dan sistem Bus Rapid Transit (BRT).
Transportasi umum tersebut merupakan moda transportasi publik pertama yang nantinya akan melayani masyarakat di IKN Nusantara Kalimantan Timur.
Berkaitan dengan transportasi umum, bahkan dikatakan dengan uji coba yang cukup mumpuni, maka IKN nantinya dapat memiliki bus tanpa supir pada 2 sampai 3 tahun ke depan.
Dalam maksud mengembangkan menjadi smart city, pemerintah memiliki 5 hal yang akan difokuskan dalam pembangunan IKN.
Dalam 5 hal yang difokuskan untuk menyambut amenitas digital di tahun 2024, nantinya pemerintah akan mengeluarkan anggaran sekitar Rp466,64 miliar.
Baca Juga: Naskah Khutbah Jum’at di Bulan Rabi’ul Awal, Bulan Kelahiran Sang Pembawa Rahmat
Dana tersebut termasuk dalam mengembangkan bus tanpa supir, yang nantinya akan jadi transportasi umum di IKN.
Tidak hanya itu, karena nantinya smart city IKN juga akan memiliki mobil terbang.
Percobaan mobil terbang di IKN ini nantinya akan dijajal pada tahun 2024.
Percobaan mobil terbang itu nantinya Indonesia akan bekerja sama dengan Hyundai Motor Group (Grup).***