3 Metode Pencarian Anak Ridwan Kamil, Kata Dubes: Pakai Boat Search, Drone, dan Melakukan Penyelaman

inNalar.com – Proses pencarian anak Ridwan Kamil, Emmeril Kahn Mumtadz akan lebih digencarkan oleh Tim SAR dengan metode canggih.

Hal tersebut menimbang pencarian anak Ridwan Kamil yang dilakukan Tim SAR pada Kamis hingga Jumat belum menemukan hasil.

Oleh karenanya, kata Dubes Indonesia untuk Swiss, Muliaman Hadad, pencarian anak Ridwan Kamil dilanjut hari Sabtu, 18 Mei 2022, mulai pukul 8.30 waktu Swiss atau 13.30 WIB.

Sehingga, pihak Swiss juga akan terus melakukan upaya agar Emmeril dapat segera ditemukan.

Baca Juga: Ridwan Kamil Dikabari Emmeril Khan Hilang Terseret Arus Sungai Aaree Swiss saat Kunjungan ke Inggris

Sebagaimana dilansir dari Pikiran-Rakyat.com berjudul “Anak Ridwan Kamil Masih Dicari, Dubes: 99,9 Persen Korban Hanyut di Sungai Aare Ditemukan dalam 3 Minggu“, ada 3 metode yang dilakukan.

Sebelumnya, Muliaman Hadad mengungkapkan prediksi waktu yang dibutuhkan untuk menemukan sebagian besar korban yang hanyut di Sungai Aare.

Menurut keterangan Polisi Sungai, sebanyak 99,9 persen korban ditemukan dalam waktu 3 minggu pencarian.

“Tapi mayoritas kejadian serupa, 99,9 persen itu ditemukan dalam 3 minggu,” kata Muliaman Hadad.

Baca Juga: Fakta Mengejutkan Sungai Aaree Swiss yang Menjadi Lokasi Hilangnya Anak Ridwan Kamil, Emmeril Khan atau Eril

“Jadi itu menurut mereka, dari pengalaman mereka puluhan tahun menjaga sungai ini,” tuturnya menambahkan.

Selain itu, Dubes mengatakan Tim SAR Swiss akan berusaha melakukan pencarian anak Ridwan Kamil dengan tiga metode.

“Metode (pencarian) lebih intensif, menggunakan boat search dan drone, dan melakukan penyelaman,” kata Muliaman Hadad.

Penyelaman akan dilakukan mengingat kondisi air sungai yang keruh akibat bekas hujan dan lelehan salju.

Untuk drone, kata Muliaman Hadad, kali ini akan memakai jenis berbeda dengan drone thermal yang digunakan pada saat proses awal pencarian.

Baca Juga: Emmeril Khan Mumtadz atau Eril Hilang di Sungai Aaree, Bern, Swiss. Banjir Doa di Kolom Komentar Instagram

Hal itu karena drone thermal hanya efektif pada menit-menit awal ketika suhu panas badan manusia masih bisa terdeteksi.

Drone yang akan digunakan pada hari ini itu drone yang berbeda, dia akan terbang rendah, bermanuver, dan melihat jengkal demi jengkal topografi sepanjang sungai,” tutur Muliaman Hadad.***

(Eka Alisa Putri/Pikiran-Rakyat.com)

Rekomendasi