

inNalar.com – Mungkin kamu pernah dijuluki kerempeng, tiang listrik, atau ditanya “Kok badannya tulang doang?”
Meskipun ucapan itu, mestinya tak perlu dipikirkan, ada juga saatnya kita berpikir untuk menambah berat badan barang sedikit.
Menurut kanal Youtube Diet Santuy, berat badan dapat bertambah dengan pengetahuan yang benar soal nutrisi dan fitness.
Baca Juga: Gempa Bumi M 5.2 Mengguncang Pangandaran Jawa Barat, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
Karena itu, pertama-tama kamu perlu tahu kenapa kamu kurus.
Ini semua berkaitan erat dengan kalori dan tubuh. Tubuh adalah tempat singgah bagi kalori yang masuk dan keluar.
Rumusnya, untuk menambah berat badan, adalah membuat kalori masuk lebih banyak daripada kalori keluar. Istilahnya, surplus kalori.
Sebab, bila cadangan kalori kurang, energi tubuh seseorang bakal minim persediaan. Sebagai gantinya, energi bakal tercipta dari pembakaran lemak atau otot yang ada pada tubuh. Badan yang semakin kurus pun menjadi konsekuensi.
Sebaliknya, bila kalori masuk lebih banyak daripada kalori keluar, ia bakal berubah menjadi lemak dan otot yang menempel di tubuh.
Baca Juga: Delegasi Rusia dan Ukraina Sudah Melakukan Perundingan Selama 5 Jam, Bagaimana Hasilnya?
Sederhananya, perbanyak makan dan kurangi aktivitas.
Tapi apakah sesederhana itu?
Oh, tidak. Ada beberapa hal yang perlu diketahui terlebih dahulu pula
1. Mengetahui asupan kalori minimal untuk tubuh
Ada banyak cara untuk menghitung kalori minimal yang dibutuhkan tubuh untuk menambah berat badan. Ada rumus dan kalkulator otomatis yang dapat ditemukan di dunia maya.
Biasanya, rumus dan kalkulasinya membutuhkan beberapa variabel seperti umur, tinggi badan dan berat badan. Setelahnya baru bisa diketahui jumlah kalori minimal yang diperlukan tubuh.
Baca Juga: Negara-Negara Ini Siap Beri Dukungan Senjata untuk Ukraina, Ada yang Kirim Senjata Mematikan
Sementara itu, untuk menambah berat badan sendiri, diperlukan surplus 200-300 kalori. Mengapa?
Sebab, memasukkan kalori sebanyak mungkin ke tubuh berpotensi menambah massa lemak, bukan massa otot.
2. Mengapa massa otot dan bukan massa lemak?
Berat terdiri dari lemak, air, tulang, organ, lemak dan otot. Yang punya potensi penambahan massa tentu saja adalah lemak dan otot.
Namun, menambah massa lemak sendiri bukan pilihan yang baik. Sebab, tidak semua tubuh menumpuk lemak dengan cara yang sama. Kerapkali tubuh menumpuk lemak secara tidak merata di seluruh tubuh. Akibatnya, bisa saja buncit dan semacamnya.
Karena itu penting pula untuk menambah kalori dengan cara yang sehat. Yaitu, mengetahui proporsi nutrisi yang tepat untuk tubuh.
3. Proporsi berbagai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Mungkin setelah mengetahui rumus di atas, kamu bakal berpikir, “berarti yang penting makan banyak sampai surplus 200-300 kalori ya?”
Sayangnya, tidak. Ada proporsi nutrisi yang harus dipenuhi agar penambahan berat badan berlangsung sehat. Emang sih, berat badan bisa bertambah dengan makan mi instan teru-terusan sampai surplus. Tapi kalau tidak sehat, buat apa?
Setiap badan butuh protein, lemak, karbohidrat dan mikronutrien dengan proporsi yang tepat.
Baca Juga: 10 Link Twibbon Ucapan Hari Raya Nyepi 1944 Terbaik untuk Postingan di Media Sosial
Untuk kebutuhan protein, setiap badan butuh protein sebesar 1,5 atau 2 kali dari berat badan yang kamu miliki saat ini. Ia bisa didapat dari susu, tempe, ayam, ikan dan lain sebagainya.
Setelahnya kamu bisa menambah karbohidrat dengan proporsi yang fleksibel (bisa banyak atau sedikit, tergantung kebutuhan kalori).
Sementara lemak bisa kamu dapatkan dari lemak tidak jenuh, sebab lemak jenuh biasanya sudah dikonsumsi bersamaan dengan protein yang kita makan.
Baca Juga: Al Quran Surah Al Mudassir Ayat 11 Sampai 20 Lengkap dengan Terjemahan Bahasa Indonesia
Tak kalah penting adalah asupan mikronutrien yang bisa didapat dari buah atau sayur. Proporsinya pun fleksibel, tapi mengonsumsi sayur dan buat berarti banyak serat. Banyak serat membuatmu jadi susah lapar. Terakhir, kamu juga butuh vitamin.