3 Destinasi Wisata dan Cagar Budaya Trowulan, Mojokerto, Rasakan Sensasi Berada di Pusat Kerajaan Majapahit

inNalar.com – Jika bingung memilih destinasi wisata untuk berlibur bersama keluarga, Mojokerto mungkin bisa menjadi pilihan destinasi wisata sejarah dan budaya Anda.

Sebagai bekas peninggalan Majapahit, Mojokerto menyimpan banyak sekali sejarah dan budaya yang bisa dipelajari.

Banyak sekali situs bersejarah, seperti candi, yang terdapat di Mojokerto. Siapapun bisa mengunjunginya, karena situs bersejarah tersebut telah dijadikan destinasi wisata.

Baca Juga: Demo 11 April 2022, Ini Perbedaan BEM SI dengan BEM Nusantara, Lengkap Beserta Jumlah Anggota Kedua Aliansinya

Kebanyakan dari destinasi wisata tersebut bercorak Hindu – Budha. Mojokerto sangat mudah didatangi karena hanya berjarak sekitar 50 km dari Kota Surabaya. Lokasi destinasi dan cagar budaya juga saling berdekatan.

Berikut inNalar.com berikan 3 rekomendasi destinasi wisata dan cagar budaya di Mojokerto.

1. Museum Majapahit Trowulan

Museum ini disebut sebagai museum Trowulan karena letaknya yang berada di Trowulan, Mojokerto. Museum ini menyimpan benda cagar budaya peninggalan Majapahit.

Benda cagar budaya tersebut mulai dikumpulkan sejak tahun 1926 oleh salah seorang Bupati Mojokerto, bekerjasama dengan Ir. Henry Mcline Pont seorang arsitek Belanda.

Baca Juga: Twibbon Hari Hemofilia Sedunia 2022 yang Diperingati Setiap 17 April, Lengkap dengan Ucapannya

Hasil kerjasama itu adalah didirikannya Oudheeidkundhige Vereeneging Majapahit (OVM) yaitu suatu perkumpulan yang bertujuan untuk meneliti peninggalan-peninggalan Majapahit.

Melalui peninggalan tersebut, dilakukan kajian dan diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok, sebagai berikut:

  • Koleksi tanah liat (terakota)
  • Koleksi keramik
  • Koleksi logam
  • Koleksi batu

2. Patung Budha Tidur

Patung Budha Tidur memiliki panjang 22 meter, lebar 6 meter, serta tinggi 4,5 meter. Patung tersebut menjadi patung Budha terbesar di Indonesia dan terbesar ketiga di Asia Tenggara.

Baca Juga: 20 Link Twibbon Ucapan Selamat Berbuka Puasa, Berbagi Keindahan Ramadhan Lewat Postingan Media Sosial

Peletakkan patung Budha tidur tersebut dibuat menghadap ke arah selatan yang menjadi kiblat bagi umat Budha. Di sekitar patung terdapat pagar berwarna emas yang berfungsi sebagai pembatas. 

3. Kompleks Candi Trowulan

Peninggalan sejarah dan budaya lainnya adalah candi. Candi sendiri merupakan istilah yang berasal dari candika grha.

Istilah ini memiliki arti rumah Dewi Candhika, yang merupakan Dewi Maut atau Dewi Kematian Durga.

Karena berhubungan dengan dewi kematian, candi memang selalu dihubungkan sebagai suatu tempat untuk mendharmakan para raja yang telah meninggal di masa lampau.

Candi ini merupakan bangunan yang memiliki corak sangat kuat dari agama Hindu dan juga Budha.

Baca Juga: Benarkah Hamdan Zoelva Dalang Demo 11 April 2022? Ini Penjelasan Serikat Mahasiswa Muslim Indonesia

Secara umum, istilah candi tidak hanya digunakan oleh masyarakat untuk menyebut suatu tempat ibadah saja, akan tetapi juga sebagai tempat istana, pertirtaan gapura, dan sebagainya.

Mojokerto memiliki banyak sekali candi yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit yang berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1527 dan mencapai puncak kejayaannya yang menguasai Nusantara pada masa kekuasaan Hayam Wuruk pada tahun 1350-1389.

Majapahit dianggap sebagai kerajaan terbesar dalam sejarah Indonesia dan merupakan kerajaan Hindu-Buddha terakhir yang menguasai Nusantara.

Baca Juga: Yel-yel Demo 11 April 2022 Pakai Nada Lagu Anak-anak Potong Bebek Angsa, Berisi Kritik Wacana 3 Periode

Candi yang berada di Trowulan Mojokerto adalah Candi Kedaton, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi Brahu, Gapura Wringin Lawang, dan Candi Minak Jinggo.

Itu tadi beberapa destinasi wisata yang bisa menjadi pilihan, selain menyajikan efek rekreatif, wisata-wisata diatas juga menawarkan sisi edukatif.***

Rekomendasi