

inNalar.com – Camp Jabalia kini bukan lagi menjadi area pengungsi yang aman di Gaza.
Setelah terdapat 30 orang tewas, banyak korban lainnya yang terluka. Sedikitnya terdapat 27 orang mengalami luka-luka akibat serangan udara Israel di camp ini.
Susulan serangan telah terjadi sebelumnya yang menghancurkan sebuah rumah di Jalur Utara Gaza tersebut (19/10/23).
Baca Juga: Hampir Selesai, Proyek Jalan Tol di Sulawesi Utara Ini Malah Dihadang Warga, Lokasinya Ada di….
Masyarakat yang masih selamat pun terus berusaha mencari perlindungan dari bombardir udara Israel.
Sayangnya, penderitaan masyarakat Palestina terus bertambah. Serangan demi serangan masih terus diluncurkan di Jalur ini sejak Senin (9/10/23).
Menyusul serangan yang dilakukan oleh Hamas pada Sabtu (7/10/23).
Bahkan korban-korban yang mengalami luka akibat serangan ini cukup sulit mendapatkan perawatan.
Melansir dari Al-Jazeera, Direktur Rumah Sakit Indonesia di Gaza mengungkapkan bahwa mereka sangat kekurangan obat-obatan dan alat medis. (23/10/23)
Terlebih, Israel tidak henti-hentinya melakukan serangan kepada warga yang ada di area camp.
Hal ini menyebabkan jumlah korban yang dilarikan ke Rumah Sakit Indonesia semakin banyak.
Akibatnya, obat-obatan dan alat medis sangat kurang untuk memenuhi perawatan dari banyaknya korban yang berjatuhan tersebut.
Tidak hanya itu, para tenaga medis di rumah sakit ini juga terus bekerja.
Setidaknya dalam waktu 24 jam penuh mereka terus melakukan perawatan maupun evakuasi atas korban yang berdatangan tanpa mengenal waktu.
Para tenaga medis yang bertugas juga berharap agar segera mendapatkan bantuan-bantuan logistik maupun kemanusiaan di Jalur Gaza.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi