

inNalar.com – Pemerintah Indonesia kembali mewujudkan progam Food Estate atau proyek lumbung pangan di Kabupaten Keerom, Papua.
Pengembangan lahan pertanian diwujudkan pemerintah dalam rangka untuk menciptakan lumbung pangan baru di Indonesia.
Adapun progam Food Estate yang dicanangkan oleh pemerintah tersebut diketahui memanfaatkan 500 Ha lahan sawit yang sudah tidak berproduksi.
Lahan seluas 500 Ha di Kabupaten Keerom tersebut dulunya sempat memproduksi kelapa sawit.
Namun, setelah sekian lama, sekiranya selama 25 tahun tidak berproduksi lagi, lahan tersebut akhirnya disulap pemerintah menjadi lahan pertanian jagung.
Alasan dipilihnya Food Estate jagung adalah karena jagung memiliki potensi produksi dan potensi ekonomi yang lebih besar.
Kendati demikian, pemerintah juga perlu menyiapkan segala keperluan untuk mewujudkan progam Food Estate di Papua tersebut.
Adapun salah satu upaya yang dilakukan pemerintah melalui Direktorat Irigasi dan Rawa Balai Wilayah Sungai Papua adalah melakukan pekerjaan Land Clearing seluas 500 Ha, digarap mulai Bulan Maret 2023 lalu.
Dalam pekerjaan tersebut Direktorat Irigasi dan Rawa mengerjakan saluran drainase mulai dari saluran primernya hingga saluran sub-kuarter sepanjang kurang lebih 560 Km.
Selain itu, adapula pengerjaan pembajakan serta penggemburan lahan seluas kurang lebih 496 Ha.
Hal ini dilakukan agar lahan seluas 500 Ha yang akan ditanami jagung tersebut jadi lebih produktif.
Tidak hanya itu, pekerjaan yang dilakukan oleh Direktorat Irigasi dan Rawa juga meliputi pekerjaan jalan usaha tani sepanjang 13 Km.
Tujuannya sendiri adalah agar saat melakukan pengangkutan hasil pertanian jagung, akses mudah dilalui.
Mengutip dari laman resmi Kementerian PUPR, pengelolaan lahan seluas 500 Ha tersebut akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Keerom.
Pemerintah Kabupaten Keerom, Papua akan bertanggung jawab dalam menanam jagung serta menyediakan 150 ton pupuk urea.
Baca Juga: Real Madrid Nangis Darah, Lautaro Martinez Bakal Segera Perpanjangan Kontrak dengan Inter Milan
Namun di sini, Pemerintah Kabupaten Keerom tidak akan sendiri, sebab Kementerian Pertanian juga juga akan ikut andil dalam membantu penyediaan bibit sebanyak 7.5 ton dan 50 ton pupuk NPK.
Diketahui, Direktorat Irigasi dan Rawa telah melakukan serahterima hasil kerja Food Estate di Keerom tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Keerom pada tanggal 16 Desember 2023 lalu. ***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi