25 Tahun Tak Produksi, Eks Lahan Sawit Seluas 500 Ha di Papua Ini Disulap PUPR Jadi Proyek Lumbung Pangan Negara

 

inNalar.com – Pemerintah Indonesia kembali mewujudkan progam Food Estate atau proyek lumbung pangan di Kabupaten Keerom, Papua.

Pengembangan lahan pertanian diwujudkan pemerintah dalam rangka untuk menciptakan lumbung pangan baru di Indonesia.

Adapun progam Food Estate yang dicanangkan oleh pemerintah tersebut diketahui memanfaatkan 500 Ha lahan sawit yang sudah tidak berproduksi.

Baca Juga: Pekerja Irit Waktu Perjalanan 50 Persen, Perbaikan Jalan Daerah di KI Morowali Sulawesi Tengah Senilai Rp21,9 Miliar Akhirnya Mulus Total

Lahan seluas 500 Ha di Kabupaten Keerom tersebut dulunya sempat memproduksi kelapa sawit.

Namun, setelah sekian lama, sekiranya selama 25 tahun tidak berproduksi lagi, lahan tersebut akhirnya disulap pemerintah menjadi lahan pertanian jagung.

Alasan dipilihnya Food Estate jagung adalah karena jagung memiliki potensi produksi dan potensi ekonomi yang lebih besar.

Baca Juga: Telan Rp1,4 Triliun, Bendungan di NTB yang Pengerjaannya Molor Ini bakal Punya Track Sepeda Berstandar Internasional

Kendati demikian, pemerintah juga perlu menyiapkan segala keperluan untuk mewujudkan progam Food Estate di Papua tersebut.

Adapun salah satu upaya yang dilakukan pemerintah melalui Direktorat Irigasi dan Rawa Balai Wilayah Sungai Papua adalah melakukan pekerjaan Land Clearing seluas 500 Ha, digarap mulai Bulan Maret 2023 lalu.

Dalam pekerjaan tersebut Direktorat Irigasi dan Rawa mengerjakan saluran drainase mulai dari saluran primernya hingga saluran sub-kuarter sepanjang kurang lebih 560 Km.

Baca Juga: Investasinya 1 Miliar USD, Chandra Asri Gandeng Emiten Jepang Berlisensi Global Bangun Pabrik Chlor-Alkali di Cilegon, Kapasitasnya…

Selain itu, adapula pengerjaan pembajakan serta penggemburan lahan seluas kurang lebih 496 Ha.

Hal ini dilakukan agar lahan seluas 500 Ha yang akan ditanami jagung tersebut jadi lebih produktif.

Tidak hanya itu, pekerjaan yang dilakukan oleh Direktorat Irigasi dan Rawa juga meliputi pekerjaan jalan usaha tani sepanjang 13 Km.

Baca Juga: Inter Milan Masih Jadi Tim Favorit Tiago Djalo di Bursa Transfer 2024, Usaha Mati-matian Juventus Percuma

Tujuannya sendiri adalah agar saat melakukan pengangkutan hasil pertanian jagung, akses mudah dilalui.

Mengutip dari laman resmi Kementerian PUPR, pengelolaan lahan seluas 500 Ha tersebut akan dilanjutkan oleh Pemerintah Kabupaten Keerom.

Pemerintah Kabupaten Keerom, Papua akan bertanggung jawab dalam menanam jagung serta menyediakan 150 ton pupuk urea.

Baca Juga: Real Madrid Nangis Darah, Lautaro Martinez Bakal Segera Perpanjangan Kontrak dengan Inter Milan

Namun di sini, Pemerintah Kabupaten Keerom tidak akan sendiri, sebab Kementerian Pertanian juga juga akan ikut andil dalam membantu penyediaan bibit sebanyak 7.5 ton dan 50 ton pupuk NPK.

Diketahui, Direktorat Irigasi dan Rawa telah melakukan serahterima hasil kerja Food Estate di Keerom tersebut kepada Pemerintah Kabupaten Keerom pada tanggal 16 Desember 2023 lalu. ***

 

Rekomendasi