23 Km dari Yogyakarta, Pasar Tradisional di Surakarta Ini Namanya Berasal dari Suara Kereta Api!

inNalar.com – Keberadaan pasar tradisional di Indonesia masih menjadi pusat perekonomian daerah yang sangat menguntungkan bagi semua kalangan.

Salah satu pasar tradisional di Indonesia yang terkenal dengan predikat terbaik adalah pasar tradisional di Surakarta.

Pasar tradisional di Surakarta tersebut letaknya hanya berjarak sekitar 23 kilometer dari pusat Kota Yogyakarta.

Baca Juga: 15 Km dari Palembang, Lahan Perkebunan Seluas 234 Ha di Sumsel Disulap Jadi Bandara Standar Internasional

Lebih tepatnya pasar ini terletak di Jalan Dr. Radjiman Wedyadiningrat No. 5A, Gajahan, Kecamatan Pasar Kliwon Surakarta, Jawa Tengah.

Dari sekian banyak pasar tradisional di Indonesia, pasar tradisional di Surakarta ini ternyata pernah memiliki nama unik yang diambil dari suara kereta api.

Alasannya karena pasar ini berada di kawasan tempat pemberhentian kereta api, karena itulah orang-orang memanggilnya dengan sebutan ‘Slompretan‘.

Baca Juga: 64 Km dari Surakarta, Hutan Beringin Seluas 2,5 ha di Yogyakarta Disulap Jadi Pasar Teramai se-Indonesia?

Di pasar ini banyak pedagang kecil yang menawarkan berbagai barang dagangan seperti halnya pakaian dewasa hingga anak-anak, berbagai macam jenis kain batik, dan masih banyak lagi.

Setelah beberapa tahun, Pasar Slompretan di Surakarta tersebut diganti namanya menjadi Pasar Klewer.

Nama ini juga terdengan sangat unik karena kebanyakan pasar tradisional di Indonesia menggunakan nama singakatan ataupun daerahnya masing-masing.

Baca Juga: Dananya 700 M, Bandara Megah di Palangkaraya Ini Desainnya Mirip Paruh Burung Enggang, Terbesar di Kalteng?

Alasan pasar ini berganti nama menjadi Pasar Kleweradalah karena dulunya para pedagang kecil di pasar tersebut meletakkan barang dagangan mereka di pundak.

Sehingga barang-barang yang berukuran besar jadi tampak menjuntai hingga ke bawah.

Karena itulah pemandangan para pedagang kecil yang memanggul barang dagangan hingga menjuntai ke bawah di pasar ini jadi julukan orang-orang untuk nama pasar tersebut.

Pasar tradisional Klewer di Surakarta mulai berkembang pada tahun 1942 hingga 1968, dan terus berkembang hingga saat ini.

Salah satu komoditas khas yang ditawarkan pedagang di Pasar Klewer Surakarta adalah berbagai jenis kain batik dan motifnya.

Hingga saat ini kain batik di Pasar Klewer Surakarta masih menjadi rujukan pedagang dari berbagai daerah.

Diantaranya, dari Yogyakarta, Surabaya, Semarang, hingga kota-kota besar lainnya di Pulau Jawa.

Selain jadi pusat perekonomian, Pasar Klewer Surakarta juga dijadikan tujuan wisata daerah dan simbol Kota Surakarta sendiri.***

Rekomendasi