23 Km dari Padang, Bandara Anti Gempa di Sumbar Ini Jadi Satu-Satunya di Dunia yang Pakai Nama Etnis


inNalar.com – Bandara di seluruh dunia rata-rata menggunakan nama seorang tokoh daerah ataupun ikon terkenal.

Namun berbeda dengan salah satu bandara di Indonesia yang letaknya berada di Sumatera Barat ini.

Bandara yang letaknya berjarak 23 kilometer dari pusat Kota Padang ini menjadi satu-satunya bandara yang menggunakan nama etnis.

Baca Juga: Serap Dana Rp277,65 Miliar, Jembatan Mewah di Riau Ini Ternyata Punya Diorama Teater dan 2 Lift Sekaligus!

Desain bangunan dari salah satu bandara di Sumatera Barat tersebut dirancang khusus agar tahan dari ancaman gempa bumi.

Lebih lanjut, bandara tersebut lokasi persisnya berada di wilayah Ketapang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Mulai dibangun pada tahun 2002, bandara tersebut ternyata mulai dioperasikan pada tanggal 22 Juli 2005.

Baca Juga: Awas Gosong! 4 Daerah di Riau Ini Punya Suhu Panas Ekstrem, Ada yang Mencapai 37 Derajat Celcius?

Kemudian, menurut informasi bandara tersebut ternyata dibangun guna menggantikan Bandara Udara Tabing yang dinilai sudah tidak layak beroperasi.

Jika ditelisik lebih lanjut, bandara yang berjarak 23 kilometer dari Kota Padang tersebut menjadi bandara internasional utama di Provinsi Sumatera Barat yang melayani penerbangan wilayah Palapa.

Bandara tersebut dibangun di atas lahan seluas 4,27 kilometer persegi, dengan panjang landasan pacunya 3.000 meter dan lebarnya diketahui seluas 45 meter.

Baca Juga: Dibangun Seluas 321,21 ha, Bandara Perintis di Riau Ini Jadi yang Tersibuk se-Asia Tenggara?

Bandara yang dimaksud di atas adalah Bandara Internasional Minangkabau, Sumatera Barat.

Bandara tersebut menjadi bandara kedua di Indonesia yang pembangunannya dialkukan dari awal setelah Bandara Soekarno-Hatta.

Di Bandara Internasional Minangkabau, penerbangannya dilayani oleh terminal seluas 20.568 meter persegi.

Sedangkan kapasitasnya berkisar 2,3 juta penumpang setiap tahunnya.

Bandara Internasional Minangkabau mengalami perluasan wilayah secara dua tahap pada tahun 2017, hingga mencapai 49.000 meter persegi.

Harapannya dari perluasan wilayah, bandara tersebut dapat menampung sekitar 5,9 juta penumpang per tahunnya. ***

Rekomendasi