

inNalar.com – Pemerintah telah menetapkan bahwa hari ini, 23 Januari 2023 bertepatan dengan tanggal 1 Rajab 1444 H.
Banyak pahala dan kemuliaan yang bisa diraih dengan beribadah di bulan Rajab, salah satunya adalah dengan melaksanakan puasa.
Melakukan puasa pada bulan Rajab merupakan hal yang sangat dianjurkan dan banyak dilakukan oleh umat Islam. Mulai hari ini, 23 Januari 2023 ibadah ini sudah bisa dilakukan.
Ada beberapa dalil dan keutamaan dari pelaksanaan puasa pada bulan Rajab. Apa sajakah itu?
Berikut informasi mengenai dalil dan keutamaan puasa Rajab yang bisa dilakukan mulai hari ini, 23 Januari 2023 dilansir inNalar.com dari situs NU Jatim.
Baca Juga: Tradisi Bulan Rajab, 8 Cara Unik Masyarakat Indonesia di Berbagai Daerah Sambut Isra Miraj
Dalil Puasa Rajab
Terdapat dalil yang menjadi dasar atau anjuran puasa pada 4 bulan yang dimuliakan, termasuk di dalamnya adalah bulan Rajab.
Sebagaimana ditegaskan oleh Imam Fakhruddin al-Razi dalam Mafâtîh al-Ghaib (juz 16, halaman: 54) adalah sabda Nabi berikut ini:
مَنْ صَامَ يَوْمًا مِنْ أَشْهُرِ اللّٰهِ الْحُرُمِ كَانَ لَهُ بِكُلِّ يَوْمٍ ثَلَاثُونَ يَوْمًا
Artinya: Barang siapa yang berpuasa 1 hari pada bulan-bulan yang dimuliakan (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), maka ia akan mendapat pahala puasa 30 hari.
Sementara Sayyid Abu Bakar Syattha’ dalam I’ânah at-Thâlibîn mengutip hadits berikut:
Baca Juga: Kata Ustadz Adi Hidayat: Orang yang Sengaja Berbuat Dosa di Bulan Rajab Dosanya Dilipatgandakan
صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ صُمْ مِنْ الْحُرُمِ وَاتْرُكْ
Artinya: Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah! Berpuasalah pada bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah!. (HR Abu Dawud dan yang lainnya).
Dua hadits di atas berisi anjuran untuk melakukan sekaligus meninggalkan puasa, maksudnya yaitu berpuasalah semampunya saja (Sayyid Abu Bakar Syattha’, I’ânah at-Thâlibîn, juz 1, halaman: 307).
Keutamaan Puasa Rajab
Sementara itu, keutamaan berpuasa pada bulan ini juga telah dijelaskan oleh Imam al-Ghazali dalam Ihyâ ‘Ulumiddîn (juz 3, halaman: 431) mengutip dua hadits berikut:
صوم يوم من شهر حرام أفضل من ثلاثين من غيره وصوم يوم من رمضان أفضل من ثلاثين من شهر حرام
Artinya: Sehari hari berpuasa pada bulan haram (Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab), lebih utama dibanding berpuasa 30 hari pada bulan selainnya. Sehari berpuasa pada bulan Ramadhan, lebih utama dibanding 30 hari berpuasa pada bulan haram.
Baca Juga: Peristiwa Penting di Bulan Rajab, Terjadinya Perang Tabuk, Berikut Ini Sekelumit Kisahnya
من صام ثلاثة أيام من شهر حرام الخميس والجمعة والسبت كتب الله له بكل يوم عبادة تسعمائة عام
Artinya: Barang siapa berpuasa selama 3 hari dalam bulan haram, hari Jumat, dan Sabtu, maka Allah balas setiap 1 harinya dengan pahala sebesar ibadah 900 tahun.
Dengan adanya dalil dan mengetahui keutamaannya, pelaksanaan puasa bulan ketujuh Hijriah ini tentu akan mendatangkan berbagai kebaikan dan keuntungan bagi yang melaksanakan.
Terutama, balasan berupa pahala yang telah Allah janjikan. Jadi, jika sedang tidak ada halangan sebaiknya turut laksanakan puasa Rajab ini ya!***