

inNalar.com – Tiap provinsi pasti sudah memiliki bandaranya masing-masing. Begitu pula dengan provinsi Sulawesi Selatan, tepatnya di kota Makassar.
Namun tidak hanya memiliki bandara, karena tempat landas pesawat di Makassar Sulawesi Selatan ini juga memiliki desain yang unik.
Jadi bagi para penumpang, tentu nantinya akan cukup terhibur saat berada di Bandara Makassar Sulawesi Selatan.
Baca Juga: Sudah Ada Sejak Tahun 1928, Perkebunan Teh di Provinsi Jambi Ini Jadi yang Tertinggi Ke-2 di Dunia
Tidak hanya itu, bahkan bandara di Sulawesi Selatan ini juga pernah mendapatkan penghargaan di kategori Most Improved Airport region Asia-Pasifik dalam acara Airport Service Quality yang diadakan Airport Council International.
Sekedar informasi, pengharggaan tersebut merupakan suatu program benchmarking yang cukup terkenal di dunia dalam mengukur kepuasan para penumpang saat berpergian melalui bandara.
Mungkin salah satu yang menjadi faktor bandara di Makassar Sulawesi Selatan ini mendapatkan penghargaan adalah karena desain bandar udara yang unik.
Bagaimana tidak, desain dari bandara ini memiliki bentuk layaknya kapal pinisi.
Kapal pinisi merupakan kapal tradisional yang berasal dari Sulawesi Selatan. Bahkan saat mencoba ke bagian depan bandara akan didapati sebuah miniatur dari kapal pinisi.
Selama melakukan penantian pesawat di ruang tunggu, nantinya para penumpang juga akan disuguhi taman kecil yang memiliki spot bagus untuk berfoto.
Ditambah lagi toilet bandara di Makassar Sulawesi Selatan ini juga sampai dilengkapi dengan gambar 3D, yang bisa para penumpang gunakan untuk berfoto saat di kamar mandi.
Untuk saat ini, orang-orang mungkin lebih mengenalnya dengan nama bandara Internasional Sultan Hasanudin, Makassar Sulawesi Selatan.
Meskipun saat ini memiliki nama Bandara Internasional Sultan Hasanudin, namun nama tersebut sempat mengalami perubahan nama beberapa kali.
Karena bandara di Sulawesi Selatan ini telah berganti nama sebanyak 4 kali, dengan nama pertamanya adalah Lapangan Terbang Kadieng.
Dengan usia hampir 1 abad, karena dibangun pada tahun 1935, namanya beralih kembali menjadi Lapangan Terbang Mandai saat Jepang menjajah Indonesia.
Akan tetapi, saat bandar udara ini dikembalikan lagi ke pemerintahan Indonesia, nama bandara ini berubah kembali menjadi Pelabuhan Udara Mandai.
Meskipun perubahan nama dari bandar udara di Sulawesi Selatan ini juga masih mengalami perubahan di tahun 1980 menjadi Pelabuhan Udara Hasanudin yang disertai perpanjangan runway.
Merasa kurang, maka ditambahkanlah lagi satu kata di bandar udara ini, sehingga terakhir berubah menjadi Bandara Internasional Sultan Hasanuddin.***