20 Km dari Kendari, Bandara Internasional di Sultra Ini Namanya Diambil dari Seorang Ksatria Konawe, Siapa ya?

inNalar.com- Sebuah bandara internasional di Sulawesi Tenggara namanya diambil dari nama seorang Ksatria Konawe.

Bandara letaknya berada di Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia.

Jika ditempuh dari Kota Kendari, jarak yang ditempuh untuk ke bandara ini kita-kira berkisar 20 kilometer.

Baca Juga: 125 Km dari Surabaya, Bandara Baru di Jatim Ini Dibangun oleh Konglomerat Tanpa Bantuan APBN, Berapa Dananya?

Sebelumnya nama bandara di Sulawesi Tenggara ini namanya diambil dari seorang pahlawan nasional Indonesia.

Pahlawan yang namanya disematkan ke nama bandara ini adalah Robert Wolter Monginsidi.

Robert Wolter Monginsidi merupakan salah satu pahlawan Indonesia yang dieksekusi oleh Belanda pada saat Revolusi Nasional Indonesia.

Baca Juga: Tingginya 60 M, Air Terjun di Jambi Ini Buat Para Pengunjung Betah hingga Lupa Pulang, Bisa Lihat Pelangi?

Beberapa layanan di bandara kelas internasional Sulawesi Tenggara ini beberapa kali ditingkatkan.

Terkhusus di bandara ini terdapat sebuah fasilitas Aerobridge yang dapat memudahkan penumpang keluar masuk kawasan terminal.

Selain itu fasilitas yang dikembangkan di bandara ini adalah sebuah apron bandara.

Baca Juga: Ekspor hingga ke India, Daerah di Sumatera Selatan Ini Produksi Batu Bara Lebih dari 25 Juta Ton per Tahun

Di bandara internasional Sulawesi Tenggara ini apron bandaranya dapat menampung lebih dari 8 pesawat berbadan lebar.

Kemudian setelah mendapatkan dana anggaran sebesar Rp. 70 miliar, runway bandara diperpanjang hingga 2.800 meter.

Lebih lanjutnya, ada beberapa fasilitas yang ditawarkan di bandara ini diantaranya, ATM, toilet, Restoran, Tenant, Smoking room, Wifi, dan Mushola.

Menurut data-data informasi di atas, bandara internasional yang dimaksud adalah Bandara Internasional Haluoleo Sulawesi Tenggara.

Bandara ini namanya diganti menjadi Haluoleo, yang merupakan nama dari seorang ksatria Konawe.

Perubahan nama bandara internasional di Sulawesi Tenggara tersebut ditetapkan sejak tanggal 13 Februari 2010.***

Rekomendasi