

InNalar.com – Terdapat dua partai politik terbersih yang tidak mencalonkan bakal calon legislatif atau bacaleg napi maupun terbersih di Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.
Saat ini partai politik tengah mempersiapkan diri untuk tahun Pemilu 2024.
Pemilu 2024 sendiri akan dimulai pada 14 Februari 2024 tahun depan, namun kini sudah ramai soal capres, cawapres maupun bacaleg yang akan maju.
Masyarakat pun mulai meninjau capres, cawapres hingga caleg yang akan dipilihannya di tahun Pemilu 2024.
Baru-baru ini terdapat sebuah website bernama Bijak Memilih yang menyediakan soal serba-serbi track rekor partai politik Indonesia.
Track rekor partai politik Indonesia itu pun bersumber dari data tak sembarangan.
Yakni dihimpun data dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) hingga database Indonesia Corruption Watch (ICW).
Berdasarkan data dari Bijak Memilih, ada dua partai politik yang tidak mengusung caleg yang merupakan mantan narapidana (napi).
Ya, sejumlah partai politik memutuskan untuk menurunkan caleg yang sebelumnya terjerat tindak pindana seperti korupsi.
Namun dua partai politik ini tidak memiliki bacaleg yang merupakan mantan napi.
Kedua partai politik tersebut ialah Partai Gelora dan Partai PKN (Partai Kebangkitan Nusantara).
Kedua partai politik ini tercatat bersih dari korupsi baik dari suap maupun gratifikasi.
Selain itu, tidak ada mantan napi yang akan maju sebagai caleg di Pemilu 2024.
Hal ini kemungkinan juga dipengaruhi faktor karena Partai Gelora dan Partai PKN belum lama ini berdiri.
Partai Gelombang Rakyat Indonesia atau Partai Gelora didirikan pada 2020.
Partai ini bisa juga dibilang merupakan pecahan dari Partai PKS, karena kebanyakan anggotanya dari Partai Keadilan Sejahtera.
Tokoh publik yang memiliki jabatan di Partai Gelora ialah Fahri Hamzah dan Deddy Mizwar.
Partai Gelora sendiri akan berkoalisi dan mendukung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden Indonesia di Pemilu 2024 mendatang.
Sementara itu, Partai PKN dulunya dikenal sebagai Partai Karya Perjuangan. Partai politik ini bisa dibilang pecahan dari Partai Demokrat dan baru didirikan pada 2021.
Tokoh terkenal dari partai PKN adalah Anas Urbaningrum yang belum lama ini diangkat sebagai Ketum partai.
Menurut berbagai sumber, Partai PKN belum mau berkoalisi dengan Calon Presiden mana pun baik Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, maupun Anies Baswedan.
Itulah dua partai yang masih bersih dari kasus korupsi maupun mengusung mantan narapidana sebagai bacaleg di Pemilu 2024.***