2 Orang Kritis, Ratusan Massa Geruduk Bandara Rusia Buru Warga Yahudi Israel Buntut Penerbangan dari Tel Aviv

inNalar.com – Ratusan massa di Dagestan, Rusia membanjiri bandara yang ada di ibukota Makhachkala pada Minggu 29 Oktober 2023.

Massa tersebut menerobos bandara untuk memburu warga Yahudi dari Israel yang telah lepas landas dari penerbangan Tel Aviv.

Para warga bahkan mengepung sebuah hotel untuk melakukan razia tamu hotel dengan etnis Yahudi.

Baca Juga: Kuras APBN Rp9,4 Triliun, Pembangunan 47 Tower Rusun ASN di IKN Dikebut, Target Rampung Akhir 2024

Aksi massa ini tentu tidak lepas dari buntut peperangan antara Israel dengan Hamas di Gaza yang telah pecah sejak 7 Oktober 2023 lalu.

Massa yang pro Palestina tidak menginginkan kedatangan kaum Yahudi.

Kemarahan warga di Degestan ini membuat Tel Aviv menyerukan agar Rusia ikut melindungi warga Israel.

Baca Juga: Berdiri di Atas Lahan 45,91 Hektar, Rusun ASN Sebanyak 1.860 Unit di IKN Akan Pakai Perabotan dalam Negeri

Dagestan sendiri merupakan sebuah wilayah dengan penduduk mayoritas beragama Islam.

Banyak massa yang menerobos ke dalam bandara sambil meneriakkan takbir.

Kejadian ini akhirnya menyebabkan penerbangan masuk maupun keluar terpaksa ditutup.

Baca Juga: Akses Satu-Satunya Lewat Gua, Kampung Terpencil di Kebumen Jawa Tengah Ini Hanya Ada Lima Rumah, Kok Betah?

Selain itu, aparat keamanan juga diterjunkan untuk mengendalikan situasi di sekitarnya.

Beberapa massa membawa spanduk dengan tulisan “Pembunuh anak tidak memiliki tempat di Dagestan”.

Ada juga spanduk lainnya yang bertuliskan “Kami menentang pengungsi Yahudi”.

Mereka menerobos masuk ke bandara karena menolak kedatangan kaum Yahudi di daerahnya.

Melansir dari The Guardian, setidaknya terdapat 20 orang yang terluka serta dua diantaranya dalam kondisi kritis.

Sebanyak 9 polisi terpaksa mendapatkan perawatan akibat adanya cedera pada insiden ini.

Sekitar 6 orang ditangkap dengan setidaknya 150 orang yang melakukan kerusuhan di bandara ini.

Disebut penutupan bandara Dagestan akan dilakukan hingga 6 November mendatang.

Republik Dagestan sendiri memiliki jumlah penduduk sekitar 3 juta orang.

Yakni salah satu dari 22 republik yang tergabung dalam Federasi Rusia. ***

 

Rekomendasi