

InNalar.com – Pasca konflik Israel-Palestina mulai memanas beberapa waktu lalu.
Berbagai negara di dunia langsung memberikan responnya, mulai dari Indonesia, China, Amerika Serikat, Kenya, Iran, dan lain sebagai.
Hingga kini, melihat Israel- Palestina yang masih saling menyerang.
Baca Juga: Sejarah Peringatan Hari Anak Perempuan Sedunia: Ada Deklarasi Penguatan Hak hingga Kesetaraan Gender
2 kepala negara ini, turut membantu mencari solusi agar konflik yang sudah menewaskan banyak orang ini berakhir.
Presiden Turki Tayyip Erdogan dan Presiden Rusia Vladimir Putin, menjadi 2 presiden yang saling bekerjasama membahas cara mengakhiri peran sengit ini.
2 Presiden ini saling membahas konflik ini melalui telepon sebagaimana dikutip dari Reuters.
Dimana, fokus pembahasanya adalah mencari cara mengehentikan gencatan senjata dan melakukan perundingan.
Selain itu, Erdogan dan Putin membahas berbagai langkah untuk mencegah meningkatnya ketegangan dalam konflik tersebut.
Diketahui, Antonio Gueterres selaku Sekretaris Jendral PBB juga turut dalam sambungan telepon itu.
Sebelumnya, dalam konflik Israel-Palestina pada masa lalu. Turki menjadi orang yang mendukung Palestina.
Bahkan, Turki dan Israel pernah saling melontarkan kecaman. Hingga pada akhirnya, Turki dan Israel memiliki hubungan normal kembali.
Meski demikian, upaya diplomatik Turki saat ini lebih fokus untuk meminta kedua belah pihak mengakhiri konflik.
Erdogan sendiri merasa konflik Israel dan Palestina ini tidak mungkin hanya berhenti dalam waktu 1 sampai 2 minggu saja.
Oleh sebab itu perdamaian harus terus diupayakan.
Berbeda halnya, dengan Joe Bidden Presiden Amerika Serikat ini.
Bidden justru sangat mengecam tindakan penyerangan Hamas terhadap Israel. Dimana, 14 orang AS dikabarkan tewas dalam serangan tersebut.
Bahkan, Bidden berusaha memberikan dukungan berupa bantuan militer Amerika Serikat, dengan mengusulkannya terlebih dahulu kepada pemerintah setempat.
Bidden juga menjanjikan penambahan pencegat yang digunakan oleh sistem pertahanan rudal Iron Dome Israel.
Hingga kini, korban konflik Israel dan Palestina terus berjatuhan, ada yang meninggal dunia, luka-luka, kehilangan rumah, dan lain sebagainya. ***