

inNalar.com – Siapa yang tidak tahu mengenai proyek bandara baru berstandar internasional yang dibangun di Jawa Timur?
Warga Jawa Timur pasti sudah tahu jika dulunya, sebelum jadi bangunan bandara, lahan seluas 321 hektare di Kediri merupakan lahan sawah padi.
Lahan seluas 321 hektare yang dulunya sawah padi di Kediri, Jawa Timur tersebut terletak di 18 kilometer arah tengah dari pusat kota Kabupaten Nganjuk.
Saat ini, lahan tersebut disulap oleh seorang konglomerat asal Kediri, sekaligus pendiri perusahaan rokok Gudang Garam.
Ya, siapa lagi kalo bukan Susilo Wonowidjojo, yang merupakan penginsiasi pembangunan bandara berstandar internasional di Kediri, Jawa Timur tersebut.
Melansir dari laman web dephub.go.id, pembangunan bandara seluas 321 hekatre tersebut menghabiskan investasi sebesar Rp10,8 triliun.
Pembangunan bandara berstandar internasional ini ditargetkan akan rampung pada akhir tahun 2023.
Bandara berstandar internasional yang dibangun oleh konglomerat asal Kediri yang dimaksud adalah Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Bandara Internasional Dhoho Kediri merupakan satu-satunya bandara di Indonesia yang dibangun oleh pihak swasta.
Dan ternyata, hal itulah yang menjadikan bandara seluas 321 hektare tersebut berbeda dengan bandara-bandara lain di Indonesia.
Pembangunan bandara berstandar internasional di Kediri, Jawa Timur, dimaksudkan untuk menunjang pengembangan wilayah tersebut.
Telah diketahui, Bupati Kediri juga mendukung, hal ini seperti yang dikutip dari laman web dephub.go.id, menyebutkan bahwa nantinya bandara itu akan jadi episentrum baru di Jawa Timur.
“Kediri nantinya akan menjadi episentrum baru penyangga Jawa Timur selain kota Surabaya,” ungkapnya yang dilansir oleh inNalar.com pada hari Sabtu, 23 September 2023.
Dengan kehadiran Bandara Internasional Dhoho Kediri, diharapkan konektivitas antar wilayah di Jawa Timur semakin lancar.
Selain itu, bisnis, ekonomi, dan pariwisata baru di Kediri, Jawa Timur juga diharapkan makin maju dan berkembang pesat.***