18 Februari 2023 Peringatan Isra Miraj, Ini Kisah tentang 2 Peristiwa Penting yang dialami Nabi Muhammad SAW


inNalar.com
– Tanggal 18 Februari 2023 diperingati sebagai hari Isra Miraj. Peringatan ini tentu sangat erat kaitannya dengan peristiwa penting yang dialami Nabi Muhammad SAW.

Bertepatan dengan 27 Rajab tahun 1444 Hijriah, maka 18 Februari 2023 ditetapkan sebagai hari peringatan Isra Miraj tahun ini.

Peristiwa yang dialami Nabi Muhammad SAW dalam Isra Miraj menjadi kisah penting yang tercatat dalam sejarah Islam.

Baca Juga: Inilah Orang Pertama di Dunia yang Mengimani Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Pada momen ini pula, Rasulullah SAW melakukan 2 perjalanan sekaligus dalam waktu satu malam. Hal yang mustahil menurut nalar manusia jika dilihat dari jarak yang ditempuh.

Allah SWT menunjukkan segala kuasa-Nya pada peristiwa ini. Isra Mi’raj juga menjadi salah satu mukjizat bagi Nabi Muhammad SAW.

Momen bersejarah ini rutin diperingati oleh umat muslim di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Baca Juga: Inilah Asal Mula Peringatan Isra Miraj Ditetapkan Sebagai Hari Libur Nasional di Indonesia

Peringatan yang dilakukan bisa berbeda-beda di tiap daerah. Pada umumnya, dilakukan dengan menggelar pengajian dan sejenisnya.

Namun, tak sedikit pula umat Islam yang tidak terlalu memahami sebenarnya apa itu Isra Mi’raj? Bagaimana kisah dari peristiwa ini?

Untuk menjawab hal tersebut, simak pembahasan mengenai peristiwa penting Isra Miraj yang dialami Nabi Muhammad SAW.

Baca Juga: Abu Thalib, Sosok Penting Dibalik Peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW

Mengutip dari kemenag.go.id, Isra Mi’raj adalah 2 perjalanan yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dalam waktu 1 malam. Kejadian ini adalah salah satu peristiwa penting bagi umat Islam.

Pada peristiwa ini pula Nabi Muhammad SAW mendapat perintah dari Allah untuk menunaikan sholat 5 waktu dalam sehari semalam.

Dan mengutip dari biroekbang.bantenprov.go.id, Isra Miraj adalah perjalanan Rasulullah SAW dari Mekkah ke Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Saat itu, Rasulullah dinaikkan ke langit ketujuh atau Sidratul Muntaha.

Baca Juga: Materi Khutbah Jumat Pekan Kedua Februari 2023: Rajab, Isra Mi’raj, serta Harus Tingkatkan Kualitas Sholat

Isra Mi’raj kerap dimaknai sebagai perjalanan rohani Rasulullah dalam satu peristiwa. Akan tetapi, Isra dan Miraj sebenarnya terdiri dari 2 bagian perjalanan Nabi Muhammad SAW, yaitu Isra Mi’raj.

Berikut penjelasan lebih rinci dari masing-masing peristiwa tersebut:

1. Peristiwa Isra

Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW dari Kabah di Mekkah ke Masjid Al Aqsa yang berada di Yerusalem.

Baca Juga: Amalkan Ibadah-ibadah Sunnah Hari Ini, Lakukan untuk Mengenang Peristiwa Isra Miraj

Pada saat itu, perjalanan dari Kabah ke Masjid Al Aqsa bisa ditempuh menggunakan kuda atau unta selama kurang lebih 1 bulan.

Namun, Rasulullah SAW pada saat itu mampu menempuh perjalanan tersebut hanya dalam satu malam.

Di perjalanan tersebut, Nabi Muhammad SAW mengendarai hewan bernama Buraq. Buraq digambarkan memiliki tubuh seperti kuda putih dengan sayap dan ekor burung merak.

Baca Juga: Kesedihan Rasulullah Sebelum Isra Miraj, Ini Hikmah yang Bisa Diambil dan Cara Mengatasi Rasa Kehilangan

Sesampainya di Masjid Al Aqsa, Rasulullah SAW dikisahkan memimpin para nabi terdahulu untuk melaksanakan ibadah salat dua rakaat.

2. Peristiwa Miraj

Miraj adalah perjalanan Nabi Muhammad yang dimulai dari Masjid Al Aqsa menuju ke langit ketujuh atau Sidratul Muthana. Pada tiap tingkatan langit tersebut, Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi-nabi terdahulu.

Nabi-nabi tersebut di antaranya: Nabi Adam di langit pertama. Nabi Isa dan Yahya di langit kedua. Nabi Yusuf di langit ketiga. Nabi Idris di langit keempat. Nabi Harun di langit kelima. Nabi Musa di langit keenam. Nabi Ibrahim di langit ketujuh.

Baca Juga: Kisah Turunnya Surah Al-Kausar Ayat 1 Sampai 3, Sungai yang Dilihat Nabi Saat Isra Miraj

Sejak kedua peristiwa tersebut, umat Islam diwajibkan menjalankan salat 5 waktu dalam sehari.

Pada mulanya, Allah SWT memerintahkan umat Islam untuk melaksanakan ibadah salat sebanyak 50 kali dalam sehari.

Kendati demikian, Nabi Muhammad SAW pernah diingatkan oleh Nabi Musa as bahwa jumlah tersebut terlalu besar. Lalu Nabi Muhammad SAW kemudian meminta keringanan kepada Allah SWT.

Baca Juga: Saat Isra Miraj, Benarkah Rasulullah SAW Berubah Jadi Cahaya? Simak Penjelasan Buya Yahya Berikut

Jadi, sudah sewajarnya sebagai umat Islam menganggap peristiwa Isra Miraj menjadi hal yang sangat penting.

Karena peristiwa ini merupakan salah satu sejarah penting dalam Islam serta mukjizat Nabi Muhammad SAW.***

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]