

inNalar.com – Seperti kebanyakan bandara-bandara di Indonesia, bandara di Kalimantan Barat ini juga dulunya dijadikan lapangan terbang militer.
Bandara di Kalimantan Barat ini dulunya merupakan lapangan terbang militer yang kemudian dikembangkan menjadi bandara udara sipil.
Setelah mengalami beberapa perbaikan dan pengembangan, luas lahan bandara di Kalimantan Barat kini memiliki luas 528 hektare.
Lokasi dari salah satu bandara internasional di Kalimantan Barat ini berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat kota Pontianak.
Tepatnya, bandara ini terletak di Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kalimantan Barat.
Bandara di Kalimantan Barat ini dipermak kembali oleh PT Angkasa Pura II pada tahun 2017 hingga 2019 lalu.
Yang mana perbaikan di bandara tersebut terdapat di berbagai fasilitas bandara
Awalnya terminal bandara di Kalimantan Barat tersebut hanya mampu menampung penumpang yang terbilang sedikit.
Kini terminal bandara di Kalimantan Barat tersebut dapat melayani sekitar 4 juta penumpang per tahunnya.
Selain terminal, perpanjangan landasan pacu di bandara tersebut juga dilakukan.
Sehingga pada tahun 2020 lalu, panjang landasan pacu di bandara yang terletak di Kalimantan Barat tersebut menjadi 2.600 meter.
Salah satu fasilitas yang ada di terminal baru bandara tersebut adalah gedungnya dilengkapi dengan 7 fasilitas garbarata.
Yang mana fasilitas garbarata di bandara dapat menunjang kenyamanan penumpang yang naik-turun di pesawat.
Dilansir dari laman web inilah.com, biaya yang dikeluarkan oleh PT Angkasa Pura II untuk pengembangan bandara berkisar Rp.2 triliun.
Bandara yang dimaksud dari beberapa penjelasan di atas adalah Bandara Internasional Supadio.
Yang mana bandara ini merupakan salah satu bandara internasional di Kalimantan Barat yang memiliki area seluas 528 hektare.***