

inNalar.com – Makam merupakan salah satu tempat sebagai tempat peristirahatan terakhir yang kerap dikunjungi untuk berziarah.
Bahkan, beberapa makam tidak hanya digunakan untuk berziarah, namun menjadi salah satu cagar budaya yang dilindungi karena sejarahnya.
Salah satu contohnya adalah makam yang menjadi tempat ziarah agama muslim di Tangerang Selatan, Banten.
Dilansir inNalar.com dari laman resmi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, makam tersebut bernama Keramat Tajug.
Makam ini merupakan tempat peristirahatan terakhir dari putra Kesultanan Banten Sultan Ageng Tirtayasa, yakni TB Raden Wetan Muhammad Atif.
Penamaan ‘keramat’ berawal dari kisah di mana TB Atif dimakamkan di pinggir sungai dan dekat dengan pemakaman adiknya.
Namun, tanah tempat peristirahatan terakhir putra Sultan Ageng Tirtayasa ini tiba-tiba meninggi, padahal sebelumnya hanyalah daratan yang datar.
Letak Makam Keramat Tajug berada di sebuah bukit kecil yang menjadi area pemakaman umum, sedangkan makam utama TB Atif berada di dalam bangunan.
Sedangkan, pemakaman umum ini juga memiliki beberapa makam kuno yang dibuktikan dengan adanya bentuk nisan tipe pipih.
Bangunan yang menjadi tempat peristirahatan TB Atif bersemayam memiliki dengah persegi dengan lapisan lantai keramik dan marmer.
Menggunakan konstruksi gabungan beton dan kayu untuk atapnya, bangunan ini memiliki fasilitas yang cukup lengkap dengan adanya mushola.
Sedangkan, nisan dari makam ini sendiri berbentuk gada persegi dengan guratan vertikal yang melancip ke atas.
Di atasnya juga terdapat dasar segi delapan yang memiliki kemuncak dengan ukuran semakin kecil di posisi paling atas.
TB Atif merupakan putra kandung Sultan Ageng Tirtayasa yang ditugaskan untuk melawan VOC di Tangerang.
Setelah menikahi istrinya yang berasal dari Cilenggang, dirinya pulang untuk bersikap netral terhadap perseteruan ayah kandungnya dengan Sultan Haji.
Berkat itu, TB Arif diperintahkan kembali oleh ayahnya untuk menetap di Cilenggang dengan adik perempuannya sembari menyebarkan agama Islam.
Makam ini menjadi salah satu wisata religi yang digunakan untuk berziarah dan padat pengunjung di hari besar Islam.***