

inNalar.com – Indonesia sudah dikenal sebagai negara yang menghargai satu sama lain karena adanya bhineka tunggal ika.
Berbagai macam suku, ras, bahasa, hingga agama yang ada, membuat warga Indonesia sudah terbiasa hidup dalam perbedaan dan diajarkan untuk saling bertoleransi sejak usia dini.
Hal ini pun tercerminkan di Kota Singkawang yang dijuluki sebagai peringkat pertama kota paling toleran di Indonesia pada tahun 2018 oleh Setara Institute.
Baca Juga: Gegerkan Jawa Timur! Istana Bawah Tanah Ini Ditemukan di Mojokerto Usai Gali Pekarangan Rumah
Kota ini berjarak sekitar 145 KM sebelah utara Kota Pontianak, ibukota provinsi Kalimantan Barat, dan berbatasan dengan Kabupaten Sambas, Bengkayang, serta Laut Cina Selatan.
Dilansir dari kanal YouTube @tmchannel7492, kehidupan masyarakat yang rukun meski berbeda-beda kepercayaan menjadi alasan tepatnya kota ini dinobatkan sebagai kota toleran.
Toleransi ini bisa dilihat dari keberadaan Vihara berusia 200 tahun yaitu Tri Dharma Bumi Raya yang berseberangan dengan masjid terbesar di sana.
Selain menjadi ‘Hongkong’-nya Borneo, Singkawang juga sering disebut sebagai “Kota Seribu Kelenteng” hingga “Kota Amoy”.
Penamaan “Amoy” diambil dari Bahasa Mandarin yang berarti adik perempuan, mengingat sekitar 45 persen, hampir separuh penduduk di sini adalah keturunan Tionghoa.
Istilah tersebut merupakan serapan dari dialek Khek, mengingat banyaknya gadis keturunan Tionghoa yang cantik di Singkawang terbuka untuk menikahi pria dari luar melalui bantuan biro jodoh.
Baca Juga: Nomor 1 Bukan Kabupaten Melawi, Ini Daftar 5 Wilayah Termiskin di Kalimantan Barat
Ciri khas kota ini adalah patung naga di tengah kota yang menghadap ke atas sebagai kepercayaan untuk mendapatkan keberuntungan atau hoki.
Selain itu, Kota Singkawang juga merupakan salah satu pusat penyelenggaraan perayaan Imlek terbesar di Indonesia, selain Semarang dan Jakarta.
Salah satu perayaan yang terkenal adalah Festival Cap Go Meh di Singkawang yang digabungkan dengan kebudayaan Indonesia.
Perayaan Cap Go Meh di Kota Amoy melibatkan pertunjukan Tatung, yaitu pertunjukan ekstrim di mana orang yang dirasuki roh leluhur atau para dewa menjadi kebal terhadap tusukan dan sayatan.
Pertunjukan Pawai Tatung di perayaan khas tradisi Tionghoa tersebut merupakan perpaduan dengan budaya Dayak, menjadikannya pawai terbesar di dunia.
Saat ini, populasi penduduk Kota Singkawang terus mengalami peningkatan setiap tahun, dengan laju pertumbuhan penduduk mencapai 5% pada tahun 2006.
Selain itu, Kota Singkawang memiliki banyak tujuan wisata pantai, seperti Pantai Pasir Panjang, Pantai Batu Burung, dan Vika Island Park, yang menarik untuk dikunjungi.
Karena lokasinya yang strategis inilah membuat Kota Singkawang menjadi kota perdagangan terbesar di Kalimantan Barat setelah Pontianak.
Kehidupan bertoleransi di Singkawang menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia untuk saling menghormati sesama.***
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi