12 Jam dari Bengkulu, Pulau Terluar di Indonesia Ini Satu-satunya Daratan Yang Tak Pernah Menyatu dengan Sumatera


inNalar.com –
Sekelompok peneliti BRIN mengungkap fakta menarik di balik pulau terluar Indonesia yang lokasinya 12 jam dari Bengkulu.

Dijuluki sebagai pulau samudra, tanah di seberang Bengkulu ini tidak pernah sekalipun menyatu dengan daratan Sumatra.

Fakta alam tersebut telah direkam sejarah geologi dunia, bagi peneliti nusantara tanah terpencil ini sangatlah berharga.

Baca Juga: Liburan Makin Irit, Wisata Alam di Jogja Berkonsep Pedesaan Ala Eropa Ini HTM-nya Cuma Rp25 Ribu

Pulau seluas 400,6 km2 ini terletak di tengah perairan samudra hindia, tetapi secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Bengkulu Utara.

Karena daratan mungil di Bengkulu ini tidak pernah menyatu dengan Sumatra, ada konsekuensi yang terjadi pada pulau ini.

Konsekuensi khususnya adalah daratan ini menyimpan beraneka ragam hewan dan tumbuhan jenis endemik.

Baca Juga: Gak Perlu ke Bali, Tempat Wisata Jogja Ini Tawarkan Indahnya Sunset dari Atas Tebing yang Mirip Uluwatu

Hingga saat ini belum banyak informasi mengenai detail jenis mahluk hidup endemik di tanah eksotis ini.

Menimbang daratan tersebut berada di sisi luar nusantara, Pemerintah RI pun mendorong para peneliti untuk mengumpulkan data lebih lanjut.

Data tersebut harapannya dapat menjadi pedoman pembangunan pulau terluar Indonesia di wilayah Bengkulu ini.

Cukup menarik, karena pulau mungil Bengkulu nyatanya secara geologis tidak pernah bergabung dengan daratan Sumatra.

Pemerintah RI mengupayakan percepatan eksplorasi tanah terluar negeri ini karena daratan ini dinilai riskan secara geopolitik.

Sebagaimana diketahui bersama, salah satu pulau di Bangka ini berada di ujung perbatasan Indonesia.

Demi menguatkan tanah ini, Pemerintah RI mengerahkan sejumlah peneliti untuk memprioritaskan eksplorasi daratan unik ini.

Konsekuensi lainnya adalah akan ada banyak potensi wisata alam memukau yang layak untuk dikunjungi.

Mulai dari wisata danau Blak Blau dan batu lobang Pantai Koomang, jelajah Pulau Dua dan Merbau, dan kolam cantik Podipo.

Selain itu, ada deretan pantai jernih, hutan cagar alam, taman surganya hewan endemik, hingga area panjat tebing juga masuk di dalamnya.

Namanya adalah Pulau Enggano, wilayahnya yang mungil membuatnya hanya memiliki 1 kecamatan dan 6 desa.

Keenam desa tersebut meliputi Banjarsari, Meok, Apoho, Malakoni, Kaana, dan Kahyapu.

Adapun pusat pemerintahannya berada di Desa Apoho, Pulau Enggano, Kabupaten Bengkulu Utara.

Penghuni daratan mungil eksotis ini pun hanya sekitar 4.121 Jiwa, menurut data BPS 2022.

Sebagai informasi, masyarakat Pulau Enggano ini sangat gemar membuat alat musik dari batok kelapa.

Budaya memanfaatkan kumis kucing, temulawak, dan tumbuhan lainnya sebagai pengobatan juga masih lestari di masyarakat.

Harapannya pembangunan pulau terluar Indonesia di Bengkulu ini semakin masif, tetapi tidak merusak keasrian alam yang ada.***

 

Rekomendasi
REKOMENDASI UNTUK ANDA [Tutup]