

inNalar.com – Ada gawean besar di Provinsi Gorontalo, yaitu proyek bendungan super megah tepatnya di Kabupaten Bone Bolango. Di balik kemegahannya, rupanya ada harga yang harus dibayarkan.
Proyek bendungan kepunyaan Gorontalo ini diproyeksikan memakan lahan aset Pemerintah Kabupaten Bone Bolango sendiri, salah satunya adalah sekolah.
Bagaimana tidak, proyek waduk ini membabat 1.196 hektare tanah berjuluk Kota Serambi Madinah tersebut.
Setidaknya terdapat 1.723 bidang tanah yang dibutuhkan pemerintah provinsi untuk membangun proyek strategis nasional tersebut.
Sebagai informasi, infrastruktur kelola air ini namanya adalah Waduk Bulango Ulu. Penamaannya didasari karena bangunannya lebih banyak berada di kecamatan tersebut.
Meski begitu lokasi proyek waduk terletak di tiga desa, satu di antara tiga desa yaitu di Desa Tulo’a di Kecamatan Bulango Utara.
Sementara kedua desa lainnya di Kecamatan Bulango Ulu, yaitu Desa Mongolingo dan Owata.
Lantas bagaimana nasib sekolah milik Pemerintah Kabupaten Bone Bolango yang terdampak proyek bendungan ini?
Perlu diketahui, SMA Negeri 1 Bulango Ulu diketahui menjadi salah satu dari sekian banyak tempat belajar yang terdampak proyek waduk ini.
Aset bangunan SMP dan SD kepunyaan Pemerintah Kabupaten Bone Bolango pun terdampak oleh proyek bendungan strategis Gorontalo ini.
Demi proyek waduk ini bisa rampung pada akhir 2024, proses pembebasan lahan pun dikebut.
Mengenai nasib sekolah terdampak proyek bendungan tersebut, PJ Gubernur Gorontalo ambil tindakan lanjutan.
Instruksi pencarian lahan baru untuk sejumlah fasilitas sekolah pun dilakukan agar kegiatan belajar tidak terganggu dengan proyek ini.
“Intinya untuk aset milik pemerintah yang ada di lokasi ini akan dicarikan lahan penggantinya, kalau ada bangunan akan dibangunkan yang baru,” tutur mantan Penjagub Ismail Pakaya.
Tuturan mantan Penjagub Ismail dikutip inNalar.com dari laman resmi pemerintah provinsi Gorontalo.
Sebagai selingan informasi, Pihak pemprov baru saja melantik penjabat baru gubernur Rudy Salahuddin pada 17 Mei 2024.
“Segera dicarikan lahan untuk membangun kembali sekolah oleh Kementerian PUPR,” ujarnya.
Demi bendungan termegah Gorontalo realisasi, sekitar 781 hektare tanah di dari total 1.196 telah berhasil dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Bone Bolango.
Dengan segala kebutuhannya, pembangunan waduk ini memakan dana hingga Rp2,42 triliun.
“Total biaya pembangunan bendungan sebesar Rp2,42 triliun,” ungkap Adenan Rasyid selaku Direktur Bendungan dan Danau, Rirjen SDA Kementerian PUPR.
Dengan progres teranyar per April 2024, pembangunan fisik waduk sudah masuk 48,41 persen.
“Bendungan dan jaringan irigasinya dibangun dengan biaya besar. Oleh karena itu pastikan kualitas pekerjaannya baik,” ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljana saat tinjauan terakhirnya di lokasi proyek.
Hal tersebut diungkap Menteri Basuki agar manfaat dari waduk megah ini dapat dirasakan secara maksimal oleh para petani Gorontalo.
“Sehingga dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk mengairi sawah – sawah milik petani,”lanjutnya.
“Insya Allah akan selesai akhir tahun ini,” ucap optimis Bapak Presiden RI Joko Widodo.***