100 Tahun Tidak Makan Nasi, Penduduk Kampung di Bandung, Jawa Barat Ini Punya Kebiasaan Unik, Berani Coba?


inNalar.com – 
Menjadi Ibukota Jawa Barat, Bandung tentu memiliki fasilitas yang maju sekaligus budaya-budaya yang unik.

Begitu pula dengan salah satu kampung yang ada di Bandung, Jawa Barat ini.

Bagaimana tidak, kampung di Bandung ini memiliki budaya dan kebiasaan untuk tidak memakan nasi, yang dikenal sebagai makanan pokok orang Indonesia.

Baca Juga: Tidak Miliki Daratan, Kampung di Kalimantan Timur Ini Pilih Bangun Rumah di Atas Air

Kampung unik ini terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat.

Meskipun hidup di dalam kota Bandung, namun seluruh penduduk di kampung unik tersebut tetap tidak pernah memakan nasi, bahkan budaya ini sudah berlangsung selama 100 tahun lebih.

Bahkan, daerah tersebut sebenarnya memiliki luas lahan sekitar 64 hektar, namun 60 hektar lahannya telah digunakan untuk kebun atau lahan pertanian.

Baca Juga: Dananya Rp 572 Triliun! Jalan Tol Trans Sumatera Buat Jarak Tempuh Medan ke Danau Toba Hanya 90 Menit

Sedangkan 4 hektar sisanya digunakan para warga sebagai pemukiman yang ditinggali oleh para warga desa.

Sekedar informasi, mayoritas para warga di kampung unik tersebut kebanyakan adalah berprofesi sebagai petani.

Ternyata alasan dari penduduk kampung unik tersebut tidak memakan nasi adalah untuk mengikuti adat budaya turun menurun yang telah ditinggalkan semenjak jaman dahulu.

Baca Juga: Ternyata Ada Amalan Rahasia yang Masih Jarang Diketahui saat Bulan Muharram Selain Santunan Yatim

Berdasarkan dari kanal YouTube Angelick Vaulina, para penduduk Cireundeu ini mengkonsumsi singkong yang nantinya akan diolah seperti nasi, dan inilah yang dijadikan para penduduk desa dalam bertahan hidup.

Karena bagi masyarakat Cireundeu, singkong merupakan makanan pokok yang lebih utama. Ditambah lagi budaya ini juga sudah dimulai semenjak tahun 1918.

Budaya ini bermula dari kisah leluhur kampung Cireundeu yang bernama Mama Ali.

Dikisahkan jika Sosok Mama Ali merupakan orang yang pemberani bahkan hingga ditakuti semasa jaman penjajahan kala itu.

Bahkan ia pun tak gentar untuk mendapatkan cita-citanya, yaitu membuat daerahnya merdeka serta lepas dari penjajahan.

Dari keberaniannya itulah, Mama Ali pernah tertangkap karena merupakan salah satu sosok berbahaya dan ditakuti.

Berlanjut di tahun 1918, Mama Ali mengajak para warga desa untuk mulai berhenti makan nasi, dan beralih menjadi memakan singkong.

Alasan ini bukan bukti dari para warga yang melakukan boikot, melainkan karena Mama Ali sadar jika penjajah sudah menguasai sumber makanan utamanya, yang adalah beras.

Itulah keputusan yang diambil oleh Mama Ali sebagai cara bertahan hidup dari para penjajah, yang uniknya kebiasaan tersebut masih dilakukan para penduduk Cirendeu hingga saat ini.

Tidak hanya itu, bahkan semua rumah para penduduk Cireundeu memiliki pintu yang menghadap ke arah timur.

Berdasarkan cerita itulah dan dari budaya tidak makan nasi menjadikan kampung Cireundeu menjadi satu daerah unik di Jawa Barat.

Rekomendasi