

inNalar.com – Pembangunan bandara baru memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung konektivitas daerah tertinggal, terluar, terpencil dan perbatasan atau 3TP.
Pada era kepemimpinan Presiden Jokowi sendiri berhasil membangun sebanyak 25 bandara baru sejak tahun 2014 lalu, termasuk yang ada di daerah pedalaman.
Pembangunan proyek ini utamanya untuk mobilitas masyarakat sehingga akses ke daerah tertinggal dapat mudah ditempuh.
Tidak hanya itu, proyek tersebut juga akan meminimalkan jarak dan waktu tempuh dari bandara yang lebih jauh di kota-kota besar.
Sampai penghujung kemempinan Jokowi sendiri masih ada beberapa bandara yang dikebut pembangunannya. Seperti
Adapun beberapa bandara yang telah selesai dibangun seperti Bandara Ewer di Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Kemudian ada Bandara Siboru di Kabupaten Fak-fak, Provinsi Papua Barat, serta Bandara Mentawai, di Kab. Mentawai, Provinsi Sumatera Barat.
Bandara tersebut termasuk dalam Proyek Strategis Nasional atau PSN yang dibangun dengan tujuan untuk membuka keterisolasian wilayah di kawasan 3TP.
Bandara Ewer telah diresmikan pada bulan Juli 2023 lalu dengan luas 488 m2 serta memiliki kapasitas tampung sampai 14 ribu penumpang setiap tahunnya.
Total anggaran yang diperlukan yakni Rp287 miliar memakai dana dari APBN.
Bandara ini memiliki landasan berukuran 1.650 m x 30 m sehingga dapat didarati oleh pesawat jenis ATR 72-6000.
Bandara Ewer nantinya juga akan menjadi titik sentral yang sangat strategis untuk menuju bandara-bandara yang lebih besar atau bahkan bandara yang lebih kecil di daerah pedalaman Papua.
Baca Juga: Diajukan 12 Tahun, NTT Akhirnya Bangun Jembatan Kembar Baru Senilai Rp72 Miliar, Rampung Kapan?
Kemudian untuk Bandara Siboru telah diresmikan pada November 2023 lalu dengan biaya sebesar Rp891 miliar.
Bandara ini dapat menampung hingga 153.945 penumpang dengan luas 4.600 m3.
Sementara untuk Bandara Mentawai dibangun dengan dana senilai Rp487 miliar dengan terminal penumpang berukuran 1.600 m2 dan berkapasitas 53 ribu lebih penumpang setiap tahunnya.
Melansir dari laman resmi Portal Informasi Indonesia, pembangunan bandara tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Dengan terbentuknya akses ke wilayah yang terisolir maka tentu pergerakan manusia hingga logistik akan semakin mudah dan lancar.
Tentu hal tersebut juga diharapkan dapat mendorong pertumbuhan titik ekonomi baru bagi masyarakat.
Pada tahun 2020 lalu, pemerintah juga telah mendirikan beberapa bandara baru. Contohnya Bandara Buntu Kunik yang berlokasi di Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan.
Selanjutnya ada Bandara Ngloram di Cepu, Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2021.
Kemudian ada Bandara Nabire Baru di Provinsi Papua Tengah pada tahun 2022 lalu.
Beberapa bandara lain yang juga menjadi salah satu proyek yang dikebut di pemerintahan Presiden Jokowi adalah Bandara Mandailing Natal di Sumatera Utara.
Lalu ada Bandara Banggai Laut di Sulawesi Tengah, Bandara Bolaang Mongodwo di Sulawesi Utara, Bandara Sobaham Yahukimo di Papua, hingga Bandara Pohuwato di Gorontalo.
Berikutnya masih ada Bandara Bandara Singkawang di Kalimantan Barat hingga Bandara Kediri di Jawa Timur yang dibangun memakai skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha atau KPBU. ***