

inNalar.com – Kapan 1 Ramadhan 2023?, jawabannya masih menunggu keputusan dari Sidang Isbat yang akan diselenggarakan oleh Kemenag.
Rencananya jadwal penentuan awal bulan hijriah ke 9 itu dilakukan pada hari Jumat, 1 April 2022 di Gedung HM Rasyidi Jakarta.
Pada kesempatan Sidang Isbat tersebut digunakan metode rukyat, yaitu menyaksikan langsung hilal atau bulan yang menandakan 1 Ramadhan 2022.
Berbeda dengan Muhammadiyah yang menggunakan metode hisab, dan sudah sejak jauh-jauh hari memutuskan awal bulan mulia jatuh tanggal berapa.
Dikutip inNalar.com dari artikel Desk Jabar berjudul 1 Ramadhan 2022 Jatuh pada Tanggal Berapa? Inilah Penjelasan Penentuan Ramadhan Melalui Hisab dan Sidang Isbat pada Kamis, 31 Maret 2022 awal bulan hijriah tidak bisa diputuskan dengan kalender masehi.
Cara menentukan bulan puasa Ramadhan tidak bisa menggunakan kalender Masehi yang banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Ustadz Abdul Somad Ungkap Bacaan Doa Ziarah Kubur yang Banyak Dilakukan Orang Sebelum Ramadhan 2022
Penentuan bulan puasa Ramadhan mempunyai cara tersendiri yaitu dengan cara melihat peredaran bulan mengelilingi bumi, yang mana secara bersamaan bulan dan bumi tersebut mengelilingi matahari pula.
Awal atau akhir setiap bulan dalam penanggalan Hijriah ditentukan dengan yang namanya hilal.
Jumlah hari dalam setiap bulannya tidaklah sama, ada yang 29 hari dan ada pula yang 30 hari.
Dalam beberapa hari ke depan bulan puasa Ramadhan akan segera hadir. Mengenai kapan dimulainya bulan puasa Ramadhan akan ditentukan dengan melihat kemunculan hilal di tanggal 29 Sya’ban.
Jika pada tanggal 29 Sya’ban hilal sudah dapat terlihat maka besoknya adalah tanggal 1 Ramadhan, akan tetapi jika hilal tidak dapat terlihat maka bulan Sya’ban akan dibulatkan menjadi 30 hari.
Pada tahun ini, tanggal 29 Sya’ban 1443 H bertepatan dengan tanggal 1 April 2022, biasanya pada tanggal itu pemerintah melalui Kementerian Agama bekerjasama dengan ormas-ormas Islam akan melakukan pemantauan di beberapa tempat.
Jika dalam pemantauan tersebut hilal sudah dapat terlihat, maka akan segera diumumkan jika besoknya sudah bisa melaksanakan puasa Ramadhan.
Namun selain dengan cara itu masih ada metode lain yang bisa digunakan untuk menentukan penanggalan Hijriah.
Bahkan dengan cara ini penanggalan Hijriah sudah bisa dihitung jauh-jauh hari, yakni dengan cara menggunakan metode hitungan Ilmu Hisab.
Dilansir DeskJabar.com dari Surat Edaran Resmi yang dikeluarkan oleh Pimpinan Pusat Persatuan Islam dengan nomor:2566/JJ-C.3/PP/2022, demikian ini hasil perhitungan hisab untuk Ramadhan 1443 Hijriyyah.
1. Ijtima akhir Sya’ban 1443 H terjadi pada hari Jum’at, 1 April 2022 pukul 13:24:16 WIB.
2. Di wilayah Indonesia saat maghrib tinggi bulan antara 0 derajat 45 menit 46 detik sampai dengan 2 derajat 30 menit 44 detik, dan jarak elongasi bulan-matahari antara 2 derajat 50 menit 10 detik sampai dengan 3 derajat 27 menit 57 detik.
3. Khusus di Pelabuhanratu tinggi bulan 2 derajat 07 menit 00 detik dan jarak elongasi bulan-matahari 3 derajat 09 menit 28 detik.
4. Maka tanggal 1 Ramadhan 1443 Hijriah ditetapkan Sabtu, 2 April 2022 Masehi.
5. Jika saat terbenam matahari pada tanggal 1 April 2022 Hilal tidak terlihat, maka 1 Ramadhan 1443 Hijriah ditetapkan pada hari Ahad, 3 April 2022.
Kemungkinan-kemungkinan masih akan terjadi, jika saat pemantauan Hilal tidak dapat terlihat, maka biasanya pemerintah dan juga ormas-ormas yang ikut memantau akan membulatkan Sya’ban menjadi 30 hari. Wallahu’alam.*** (Yedi Supriadi/Desk Jabar)
Dapatkan promo spesial sebelum Anda pergi